Inspirasi Dari Chile

Perjuangan batin ke-33 petambang Cile dan kerja keras tim penyelamat mengharu biru warga dunia. Kuatnya sinergi dan rasa kemanusiaan membuat penyelamatan berakhir sukses. Satu miliar warga dunia ikut larut dalam kebahagiaan saat menyaksikan evakuasi terakhir.


Presiden Chile Sebastian Pinera (kanan) usai menyanyikan lagu kebangsaan Chile bersama Luis Urzua, pemimpin regu penambang sekaligus orang terakhir yang dievakuasi. (Foto: Flickr Rescate Mineros)

Mata Presiden Cile Sebastian Pinera, yang didampingi istrinya, Cecilia Morel Montes, di lokasi kejadian, berbinar-binar. Pinera dan istri menyeka air mata pada momen paling mendebarkan itu.

Luis Urzua, petambang terakhir itu, muncul di permukaan, Rabu (13/10), saat jarum jam menunjukkan pukul 21.46. Proses penarikan 33 petambang pun rampung dalam tempo 22 jam lebih setelah mereka terjebak selama 69 hari di ruang pengap di kedalaman 700 meter.

Urzua adalah orang pertama yang berbicara dengan Presiden Pinera setelah 17 hari tertutup total dari dunia luar sejak 5 Agustus. Ia adalah pemimpin dan penyejuk bagi 32 petambang lainnya. Pada 23 Agustus ia memohon kepada Presiden agar diselamatkan lebih cepat setelah bisa berkomunikasi pertama kali lewat sebuah terowongan kecil.

”Saya bangga kepada Anda yang telah menunjukkan rasa persahabatan dengan menyelamatkan kami. Anda pemimpin yang baik dan hebat,” kata Urzua kepada Presiden Pinera.

”Anda layak mendapatkannya,” ujar Presiden Pinera kepada Urzua. Tepuk tangan pun merebak di antara 2.000 orang di lokasi kejadian di Copiapo. ”Pergilah, peluklah istrimu,” lanjut Presiden, yang terlihat tak menggunakan pengawalan ketat serta tampil bersahaja karena tidak memperlihatkan formalitas seorang pemimpin negara.

Sebelum itu, Presiden Pinera berkata kepada Urzua, ”Saya ingin mengucapkan selamat karena Anda telah melaksanakan tugas bagai kapten kapal.”

Urzua menjawab, ”Selama 69 hari kami berjuang keras, dan itu tidak sia-sia karena Anda. Kami memiliki kekuatan, semangat, ingin berjuang untuk keluarga dan itulah yang terbesar.”

Lagu kebangsaan

Saat kapsul yang membawa Urzua tinggal 55 meter mencapai permukaan, orang-orang terkesan tak sabar dan memanggil Urzua, ”Bagaimana kabarmu?” ”Baik,” kata Urzua.

Begitu Urzua muncul, orang- orang mengacungkan jempol dan langsung melambaikan bendera Cile. Para penyelamat dan hadirin saling berangkulan, bertepuk tangan, dan bersorak-sorai. Sirene pun meraung-raung. Ada 33 balon warna merah, putih, dan biru menyerupai bendera Cile dilepaskan ke udara saat itu.

Setelah dikalungi bendera nasional Cile, Urzua menyalami dan memeluk beberapa anggota tim penyelamat dan keluarganya. ”Terima kasih banyak kepada anggota tim penyelamat dan semua orang di sini. Saya bangga menjadi warga Cile,” ujarnya.

Pinera kemudian mencopot helm di kepala, diikuti yang lain. Presiden pun memimpin orang banyak menyanyikan lagu kebangsaan Cile, ”Himno Nacional de Chile”.

Pada saat bersamaan, 3.000 orang berkumpul di sebuah lapangan di Copiapo. Mereka meluapkan kegembiraan dengan meniupkan trompet. ”Para petambang pahlawan kami,” seru Maria Guzman (45), penduduk Copiapo, berlinang air mata.

Lonceng gereja di seantero negeri pun berdentang ketika di area pertambangan gurun Atacama itu ratusan orang menyerukan kata-kata ”Viva Chile”. Sebagian yang lain berteriak, ”Chi chi chi, le le le. Kami adalah petambang Cile.”

Enam anggota tim penyelamat yang masih berada di bawah tanah, tempat berkumpulnya 33 petambang selama ini, memajang poster bertuliskan, ”Mision cumplida, Chile (Misi penyelamatan Cile sukses)”.

Operasi penyelamatan 33 petambang mengundang rasa kagum warga dunia. Sekitar 1 miliar warga dunia menyaksikan proses evakuasi melalui siaran televisi dan internet.

Atensi dunia pada operasi penyelamatan ini termasuk yang paling tinggi dan tak kalah dengan atensi dunia saat menyaksikan pernikahan serta kemudian pemakaman Lady Diana dan pemakaman almarhum Paus Yohanes Paulus II.

Mereka mengungkapkan rasa haru dan elegi kepada Cile karena telah melakukan misi kemanusiaan dengan berhasil baik. Presiden Pinera, yang berterima kasih pada atensi dunia, masih menjadi bintang. Kepedulian dan impiannya untuk menyelamatkan warganya menepis semua keraguan akan sukses penyelamatan.

Semangat Pinera menghasilkan sinergi tidak saja dari Cile, tetapi juga dari banyak negara. Operasi itu melibatkan peran para ahli pertambangan, ahli gizi, dan ahli psikologi. ”Saya, istri, dan keluarga saya sama-sama menangis dan larut dalam kebahagiaan menyaksikan operasi penyelamatan ini,” kata seorang keluarga AS asal Los Angeles lewat CNN.

Presiden Bolivia Evo Morales sengaja datang ke Copiapo untuk menjenguk Carlos Mamani (23), petambang asal Bolivia yang ikut terjebak.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan, keberhasilan penyelamatan 33 petambang itu menginspirasi dunia. Menteri Luar Negeri Australia Kevin Rudd menegaskan, ”Penyelamatan 33 petambang adalah kemenangan semangat kemanusiaan yang mengilhami.”

Presiden Perancis Nicolas Sarkozy, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, dan Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Paus Benediktus XVI menyampaikan ucapan selamat kepada Cile.

Seorang penyanyi lokal yang menjadi pengusaha menyumbangkan uang 10.000 dollar AS bagi setiap petambang. Bos Apple, Steve Jobs, mengirimi mereka masing-masing satu iPod terbaru. Sebuah perusahaan Yunani menawarkan wisata. Real Madrid dan Manchester United mengundang 33 petambang itu menonton liga sepak bola Eropa.

Baca artikel asli: Kisah Cile Mengharu Biru Warga Dunia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s