Profil Tampil di Malang Post

Profilku dan topik tentang bahasan ONGISNADE (www.ongisnade.net) dimuat di harian Malang Post edisi Selasa 22 Juni 2010 pada halaman Komunikasi Bisnis. Ini merupakan pertama kali tampil di koran lokal, setelah beberapa bulan lalu sempat tampil di tabloid SOCCER. Pekan sebelumnya juga tampil di Jakarta Casual, Dhamma TV, menyusul profil ONGISNADE di Galeri Sepakbola Nasional Trans 7.



Berikut kutipan aslinya dari website Malang Post.

Modal Awal Rp 2 Jutaan, Sekarang Ekspansi ke Café
Perkembangan dunia digital membawa pengaruh pada tren bisnis. Jual beli konvensional pun sedikit demi sedikit terkikis dengan maraknya transaksi online. Tak hanya memudahkan, tetapi bisnis online juga menjadi peluang yang bagus untuk digarap.

Hobi dan modal minim menjadi kata kunci untuk bisnis online, keyword itulah yang juga digunakan oleh ongisnade.net untuk memperkuat eksistensi di dunia maya. Didirikan oleh empat orang, Zulfikar Aleksandri, Adi Kusuma Jaya, Lingga, dan Galih.

Dalam waktu 3 tahun ongisnade.net mengalami perkembangan yang cukup pesat. Dari modal Rp 2 jutaan, kini dari data terakhir, per Mei 2010, website tersebut mampu mendulang omzet sebesar Rp 60 juta dan melakukan ekspansi pasar di dunia nyata dengan membuka café dengan nama yang sama di Jalan Ciliwung.

Adalah Zulfikar Aleksandri, salah satu pendiri ongisnade.net yang yang memberikan banyak kisah kepada Malang Post. Awalnya website yang didirikan pada tahun 2007 tersebut merupakan wadah bagi para pecinta Arema untuk berbagi informasi.

“Dulu kami sering bergabung di milis, berbagi info apapun termasuk perkembangan Arema yang kala itu diarsiteki Miroslav Janu,” tutur Zul.

Dengan modal awal Rp 2 jutaan, Zul dan kawan-kawannya pun memberanikan diri untuk membeli hosting dengan nilai Rp 600 ribu untuk satu tahun. Kala itu, support datang dari berbagai kalangan, mulai dari teman-teman milis hingga dari manajemen Arema yang memberikan izin kepada kru ongisnade.net untuk melakukan liputan ketika Arema bertanding.

Sebagai website, target utama yang dikejar bukanlah laba. Tetapi lebih pada trafik pengunjung. Kebanggaan mendapatkan banyak pengunjung membuat pria jebolan Universitas Brawijaya ini pun melakukan publikasi.

“Bikin stiker, iklan di majalah online, sampai memanfaatkan pencarian di google,” jelas Sarjana Informatika ini.

Upaya untuk profesional dengan menghindari copy paste berita dari media lain membuat ongisnade menunjukkan jati dirinya. Dan langkah tersebut pun cukup berhasil. Tercatat di minggu lalu, tepatnya di awal Juni ada 68 ribu orang yang mengakses onginsade.net. sedangkan angka terakhir statistik bulanan, untuk Mei kemarin total ada 834 ribu pengakses situs spesialis berita Arema tersebut.

“Sedangkan untuk rata-rata kunjungan per hari bisa sampai 9000 hingga 10 ribu. Ketika Arema menang bisa naik sampai 15 ribu orang,” rinci dia.

Sedangkan untuk menutup biaya operasional, ongisnade juga mengadakan penjualan online melalui ongisnade store. Ada marchendise seperti jaket dan kaos yang bisa dipesan tertutama oleh aremania yang berada di luar Malang.

“Pemasukan dari iklan sifatnya fluktuatif. Yang cukup stabil adalah pemasukan dari merchandise. Data terakhir Mei untuk marchendise kita bisa mengumpulkan Rp 60 juta,” ungkapnya.

Menurut Zul, bisnis di dunia maya memang cukup menjanjikan. Cakupan wilayah yang luas dan modal yang relatif minim membuat prospek online cukup besar, namun untuk memulai eksis berbisnis di dunia online dibutuhkan niat, kemampuan fokus, dan konsep yang jelas.

“Belajar dari pengalaman, niat, fokus, dan konsep berbeda adalah kata kunci kita,” tegas pria yang masih melajang ini.

Niat yang kuat, menurut Zul akan menjadi modal ketika bisnis mengalami pasang surut. Fokus menjadi senjata bagi pebisnis untuk menentukan visi dan misi ke depan. Termasuk strategi yang diperlukan untuk keberhasilan visi dan misi.

Sedangkan yang tak kalah penting adalah pada konsep berbeda atau bisa diistilahkan dengan segmentasi. Melalui segmentasi, branding website akan sangat mudah dibentuk, sehingga ketika orang membuka website, maka dia akan langusng tahu, apa spesialisasi dari website yang dibukanya tersebut.

“Kemudahan mendapat info seringkali membuat pengelola website melakukan copy paste. Sebaiknya jangan, atau apabila ini melakukan tersebut, setidaknya mendapat izin dari sumbernya terlebih dahulu,” saran dia. (Shuvia Rahma/hana)

2 thoughts on “Profil Tampil di Malang Post

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s