One Stop Clicking

Sebagai penggelut dunia internet, khususnya media online, tapi belum pernah mendapat ilmu formal tentang dunia media atau komunikasi, aku banyak belajar dari tulisan beberapa pakar media. Terlebih, fenomena dewasa ini dimana akses informasi melalu media online sudah masuk ke ranah kebutuhan primer bagi beberapa kalangan. Menjamurnya situs jejaring sosial, forum, dan blog menambah daftar kekuatan media online sebagai corong informasi, meski terbatas pada lingkup dunia maya. Lendy Widayana dari Research fellow Indonesia Discovery Research & Documentary menulis artikel berjudul “Berebut Massa Ruang Publik Maya” pada salah satu kolom SuaraSurabaya.net sebagai berikut.

Facebook yang didirikan oleh Mark Zuckerberg (24) tahun 2004 awalnya hanyalah fasilitas ruang publik maya yang disebut social networking di Internet khusus bagi kalangan Harvard College. Setelah kemudian terbuka bagi publik, tahun lalu pundi-pundi Facebook telah berisi 150 juta US dollar.

Rosabeth Moss Kanter, pakar inovasi dan manajemen kepemimpinan untuk perubahan menyatakan bahwa aset terbesar dalam ekonomi informasi adalah:
1) konsep, yaitu gagasan menciptakan nilai bagi pelanggan,
2) kompetensi, yaitu kemampuan merealisasikan gagasan dengan standar tinggi bagi pelanggan,
3) koneksi, hubungan antarbisnis (Harvard Business Review, 1995).

Dari gagasan yang menjelma menjadi berbagai realita bisnis informasi berbasis massa, saat ini berbagai layanan gratis berupa ruang publik maya seperti MySpace, Linkedin, Bebo and Orkut, Friendster, Xanga dan sejumlah lainnya muncul beradu kelengkapan fasilitas merebut massa komunitas yang terus meroket naik jumlahnya di Internet.

Namanya bisnis, di mana ada keramaian ada rejeki bagi yang jeli menangkap peluang. Lalu dari mana uang itu berasal? Facebook misalnya, dengan puluhan juta pengguna di seluruh dunia Oktober, 2007 lalu menjual 1,6 % sahamnya senilai 240 juta dollar kepada sebuah perusahaan software terkenal. Perusahaan yang sama juga menempatkan iklan senilai 200 juta US dollar.

Ada mantra bahwa konten akan menyedot komunitas. Selanjutnya komunitas akan selalu menuntut konten yang sesuai. Di dalam siklus itulah ada bisnis yang disebut sebagai rantai pendapatan (revenue chain). Jika siklus berputar makin keras, pendapatan dari bisnis akan semakin cepat. Agar ia dapat berputar keras bagai as roda yang kuat, sumber energinya adalah konsistensi.

Bisnis membangun ruang publik maya berangkat dari memberi fasilitas interaksi sosial yang ekstra lengkap bagi publik baik secara individu maupun kelompok untuk berkomunikasi secara langsung melalui email, chat, dan forum. Kalau di dunia nyata ada one stop shopping, saya menyebutnya one stop clicking. Satu kali klik semua ada di situ dan membuat kenyamanan pengguna seolah di “rumah” sendiri. Ingat, membludaknya informasi juga membuat kecenderungan pengguna untuk semakin tidak mau repot mendapatkan informasi.

Selain juga lengkap, pengguna harus mendapat manfaat langsung seperti beriklan sampai membangun komunitas sendiri. Fasilitas ruang publik maya tidak saja dapat menampilkan informasi teks, namun lengkap dengan foto hingga video. Adanya weblog atau blog yang memberi ruang bagi setiap individu untuk menulis dan menampilkan karya apapun secara multimedia saat ini juga menjadi kelengkapan standar. Nilai tinggi lainnya bagi pengguna adalah semua fasilitas yang ada dapat langsung digunakan untuk membangun situs web sendiri dengan script software yang diperbolehkan untuk di copy.

Bisnis di ranah maya memang tidak ditentukan oleh kuat atau tidaknya modal kapital, kantor yang serba mewah dan aksesoris fisik untuk menjaga citra, melainkan oleh kemampuan meramu gagasan – kompetensi – dan jaringan antar bisnis.

Iklan

2 thoughts on “One Stop Clicking

  1. wonderful issues altogether, you simply gained a brand new
    reader. What would you suggest about your put up that you made a few days in the past?

    Any sure? outletmallamerica.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s