Berkarir di Media (Radio)

Berkarir di mass media, entah itu media cetak atau elektronik (radio, televisi, dan media online) mempunyai tantangan yang berbeda, meskipun kesemuanya memiliki tanggung jawab yang sama besar terhadap publik, dimana media sebagai ruang informasi publik yang dapat menentukan arah pola pikir masyarakat. Terlebih di era informasi global saat ini, dimana setiap orang bisa mengakses dan memilih informasi sesuai kebutuhan (demand). Media pun dituntut terus mengikuti perkembangan berita yang senantiasa berganti setiap detiknya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap informasi.

Bekerja di media dalam arti luas, sebagai wartawan atau reporter, berbeda dengan pekerjaan konvensional atau kantoran pada umumnya. Suatu ketika, salah satu rekan reporter Radio Citra Malang FM, sempat berujar “Kalau cari saya jangan di kantor, saya hampir tidak pernah berada di kantor,” demikian ungkapnya.

Reporter radio dituntut senantiasa tanggap dan update terhadap perkembangan berita terkini. Radio yang dulu mempunyai lingkup terbatas (kota atau kabupaten saja) kini cakupannya sudah berkembang melampau batas kota atau kabupaten seiring dengan kemajuan teknologi. Beberapa radio, khususnya radio berita (news radio) menjalin kerjasama dengan radio sejenis di lain kota dengan saling bertukar liputan dan informasi, salah satu contohnya adalah program “Jaring Radio” yang dikembangkan beberapa radio seperti Suara Surabaya, Citra Malang FM, Andhika FM Kediri, dsb.

Istilah “Radio Online” atau “Radio Digital” pun sudah semakin akrab bagi pengguna internet di Indonesia, dimana radio kini sudah bisa didengarkan melewati batas negara. Mayoritas stasiun radio pun kin sudah mulai melirik konsep radio digital ini. Menkominfo M. Nuh pada salah satu acara di Kampus III UMM beberapa waktu yang lalu menyebutkan pemerintah saat ini sedang menggodok regulasi tentang radio digital. Radio digital sendiri diperkirakan akan mencapai puncaknya pada tahun 2013.

Seiring dengan perkembangan teknologi di atas, berkarir di radio saat ini sudah jauh berbeda dengan kondisi berkarir di radio pada era 80 atau 90an. Kalau dulu seorang announcer dan penyiar radio tinggal baca script atau memutar lagu sesuai request pendengar, kini sudah tidak lagi. Penyiar radio saat ini dituntut sebagai rekan di sisi pendengar yang terus memandu untuk menyampaikan berita-berita paling aktual.

Teknologi informasi memberi kemudahan bagi panyiar radio (dan juga reporter) untuk memantau perkembangan berita terbaru. Tidak sedikit portal berita di Indonesia yang menyajikan update berita terbaru setiap detik dan menitnya, baik itu liputan dari wartawan mereka sendiri maupun hasil translate dari media luar, seperti CNN, BBC, ESPN, Reuters, atau Hollywood.

Ke depan, tantangan akan semakin besar bagi perkembangan radio, termasuk juga berkarir di radio, entah itu sebagai announcer, penyiar, atau reporter. Ketika media cetak baru memberitakan berita esok pagi, dan media online masih mengetik liputan sebuah berita sebelum ditampilkan pada layar internet, radio menjadi media terdepan dengan menginformasikan berita kepada pendengarnya. (Zul)

*) Artikel ini ditulis oleh Zul dalam rangka Workshop Radio yang diselenggarakan oleh Suara Surabaya FM di Malang, 20 Desember 2008.

(foto: jobsearchingblog.com)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s