Fenomena Media Online

Mungkin, aku merupakan salah satu dari sekian banyak “korban” dari media online. Sebuah pergeseran budaya atau kebiasaan. Kalau dulu setiap pagi aku biasa mampir di kios koran deket rumah untuk membeli koran (sebut merk, tp bukan promosi lho…) Jawapos (sekalian nebeng baca koran lain seperti Malang Post, Kompas, Sindo, Bola, Soccer, dll, istilahnya satu kali baca koran di kios, dapat banyak berita), sekarang kegiatan tersebut sudah hampir tidak pernah lagi aku lakukan karena sudah bergeser ke media online. Setiap pagi, dengan ditemani segelas kopi mochachino, aku langsung mengakses beberapa portal berita online, mulai Detik, Okezone, Kompas, hingga website beberapa koran yang dulunya aku baca di kios, seperti Jawapos, Malang Post, Surya, dan Bola.

Bukan hanya aku yang kini menjadi pelanggan setia media online. Temen-temen di Mabes Ilkom juga sama, tanpa berlangganan koran pun, segala informasi bisa mereka dapatkan dari internet. Kebetulan di Mabes Ilkom ada koneksi internet yang unlimited.

Bukan lantaran aku sekarang menjadi bagian dari trend media online (web desain dan jurnalis di Ongisnade.Net) membahas topik ini, tetapi media online saat ini hampir menjadi kebutuhan primer bagi sebagian orang, tentunya untuk mereka yang memiliki akses internet. Memang, keberadaan media online sudah mulai menggeser atau menjadi kompetitor bagi media cetak, tetapi dari beberapa diskusi dan seminar yang diadakan rekan-rekan media, mereka masih menganggap media online belum bisa menggeser kedudukan media cetak.

Istilah lamanya, tidak ada media yang menggantikan media lain. Setiap media selalu memiliki pangsa pasar tersendiri, memiliki segmentasi tertentu yang identik dan tidak dimiliki oleh media lain. Contoh sederhana, ketika televisi ditemukan, orang khawatir radio akan mati, namun hingga sekarang kedua media tersebut tetap eksis dengan “cara hidup” masing-masing. Mungkin, hal yang sama akan terjadi dengan media cetak dan media online.

Berikut salah satu artikel yang mendukung hal di atas, aku ambil dari Kompas.com

Trend Online: Tak Ada Media Gantikan Media Lain
Media yang tumbuh melalui internet, termasuk media online, mempermudah setiap orang mengakses informasi. Namun, kehadirannya tidak perlu dihadapi dengan kecemasan secara berlebihan karena sejarah membuktikan tak ada media yang bisa menggantikan media lain. Media lama tetap mampu bertahan di antara media baru.

Demikian persoalan yang mengemuka dalam Seminar Nasional AJI (Aliansi Jurnalis Independen) Indonesia yang bertema Pers Indonesia Menyongsong Era New Media, Kamis (27/11), di Denpasar, Bali. Hadir sebagai pembicara Chief Executive Officer (CEO) Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo, CEO MNC Sky Vision Handhi S Kentjono, Pemimpin Redaksi detik.com Budiono Darsono, dan CEO Virtual Consulting Nukman Luthfie sebagai penanggap.

Agung Adiprasetyo mengatakan, setiap kelahiran media baru selalu diikuti kecemasan akan mengancam bahkan mematikan media sebelumnya. Diakui, media online dewasa ini memang sedang menunjukkan kecenderungan peningkatan. Namun, kecenderungan itu tidak berarti akan melenyapkan media cetak.

”Untuk menghadapi kecenderungan itu, media cetak dituntut untuk kreatif dalam pengayaan kontennya serta berafiliasi dengan media online,” kata Agung.

Nukman Luthfie mengatakan, belanja iklan secara nasional tahun 2007 mencapai Rp 35 triliun. Dari jumlah tersebut, media televisi meraup Rp 23 triliun. Menyusul media cetak Rp 10,5 triliun dan media online kebagian Rp 80 miliar.

Imbas sederhana dari media online adalah aku sekarang tidak perlu lagi pagi-pagi ke kios koran sambil lari pagi untuk membeli satu koran sekaligus nebeng baca beberapa koran yang lain. Efeknya, karena jarang olahraga pagi, badan & perutku tambah gendut aja, hehehe… Back to topic, semoga ke depan media cetak dan media online mampu “hidup berdampingan”, tentunya dengan “cara hidup”nya sendiri, seperti halnya radio dan televisi…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s