Foto Legendaris Bung Tomo

Siapa yang tidak kenal dengan foto di samping ini? Sebuah foto ini legendaris yang selalu muncul di setiap publikasi 10 November, menjadi ilustrasi buku sejarah jika mengulas perang 10 November. Bahkan tidak hanya yang berkaitan dengan “10 Nopember” saja, hampir di setiap momen peringatan perjuangan, foto ini tidak jarang kita jumpai. Ya, foto Bung Tomo, pahlawan nasional dari Surabaya. Di tulisan ini saya tidak membahas sejarah atau profil Bung Tomo, melainkan membahas “foto legendaris” itu sendiri. Ada foto tentu ada yang memfoto (memotret atau mengambil foto). Lantas siapa yang memotret foto Bung Tomo dengan “pose” legendaris tersebut? (Sebuah foto yang menurut saya tidak kalah tenar dengan foto “Flags of  Iwojima”). Situasi apa yang melatar belakangi pada saat pengambilan foto tersebut?

Pada foto tersebut Bung Tomo terlihat gagah berpidato, dengan seragam militer, tangan kanan menunjuk ke atas, kumis tipis, mata tajam, serta kepala yang dinaungi payung bergaris-garis dan corong bundar menghadang mulutnya.

Ternyata, foto tersebut sebenarnya bukan diambil saat perang 10 November 1945, tetapi beberapa tahun setelahnya peristiwa “10 Nopember”. Istri Bung Tomo, Sulistina, mengakui foto itu tidak dijepret di Surabaya. “(Foto) itu yang motret IPPHOS di lapangan Mojokerto. Waktu itu Bapak sedang berpidato. Nggak dibuat-buat, kok,” tanya ujar Sulistina seperti dilansir dari Surya.

Ketika peristiwa 10 Nopember meletus, Bung Tomo malah tidak sempat diabadikan karena perannya yang sangat penting di medan perang dan posisinya yang selalu dirahasiakan. Hal tersebut diungkapkan oleh putra kedua Bung Tomo, Bambang Sulistomo.

Lantas siapa yang memotret Bung Tomo dan menghasilan sebuah foto hitam putih legendaris yang mampu “mewakili” peristiwa 10 Nopember? Menurut sumber dari IPPHOS (Indonesia Press Photo Service) atau biro dokumentasi foto satu-satunya di zaman perang yang sekarang sudah tidak aktif lagi, foto tersebut dijeret oleh Alexius Mendur (1907-1984). Beliau merupakan pendiri IPPHOS dan legenda fotografi era perang. Dialah yang mengabadikan hampir semua peristiwa bersejarah periode 1945-1949.

Ketika perang Surabaya berkecamuk selama periode akhir 1945, ternyata tidak ada satupun surat kabar yang memuat foto Bung Tomo “berpayung” tersebut. Foto itu pertama kali muncul dalam majalah dwi bahasa, Mandarin dan Indonesia, Nanjang Post, edisi Februari 1947. Dalam keterangan di bawah foto Bung Tomo dengan pose dahsyat tersebut dijelaskan bahwa Bung Tomo sedang berpidato di lapangan Mojokerto dalam rangka mengumpulkan pakaian untuk korban Perang Surabaya.

Alex (Alexius Mendur) pula-lah yang memotret pembacaan Proklamasi RI 17 Agustus 1945. Alex bukan orang asing bagi Bung Tomo. Mereka bersahabat sejak lama karena sama-sama wartawan. Di zaman Jepang, Bung Tomo adalah pemimpin redaksi kantor Berita Domei yang kelak menjadi Kantor Berita Antara di Surabaya.

Hasil jepretan Mendur itu sudah berbicara banyak. Tanpa mendengar pidato Bung Tomo dan hanya melihat foto itu, orang sudah bisa membayangkan dengan jelas bagaimana situasi pada masa itu. Tak mengherankan kalau kemudian foto itu dianggap sebagai salah satu yang terbaik yang pernah dibuat di era perang kemerdekaan. (sumber: Surya)

Iklan

2 thoughts on “Foto Legendaris Bung Tomo

  1. saya akan teruskan perjuang2 bangasa dengan ilmu yang saya dapat dari kuliah dan pengalaman saya saya berani mati demi terciptanya suasana kondusif di bumi pertiwi dan dunia MERDEKA INDONESIA ( INDONESIA HARGA MATI )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s