Peni Kembali Pimpin Malang

Kata orang, menjadi incumbent memang banyak untungnya, karena saat Pemilu/Pilkada/Pilwali digelar, pasangan incumbent masih memiliki “kekuatan” yang tidak dimiliki oleh pasangan pesaing. Seperti halnya pasangan Peni-Priyo (IYO) yang memanangkan Pilwali kota Malang beberapa waktu lalu dan segera menjabat untuk periode kedua. Meskipun disertai beberapa protes dan proses hukum gugatan salah satu pasangan, Peni Suparto akan segera dilantik untuk memimpin kota Malang.

Berikut beritanya seperti dilansir dari Jawapos

Pelantikan Peni 13 September
Ketua DPRD Kota Malang Priyatmoko Oetomo memastikan pelantikan calon wali kota terpilih dilakukan Sabtu, 13 September pukul 16.00 mendatang. Hal itu disampaikan setelah pihaknya menerima kabar langsung secara lisan dari penjabat gubernur beberapa hari lalu.

Moko -sapaan Priyatmoko Oetomo menjelaskan, pelantikan wali kota dan wakil wali kota terpilih tersebut akan dilakukan di gedung dewan. “Awalnya ada dua pilihan, 12 September atau 13 September. Ternyata, penjabat gubernur bisanya 13 September,” ujarnya.

Kendati belum ada kepastian tertulis soal jadwal pelantikan itu, Moko begitu yakin pelantikan bisa dilakukan hari itu. Apalagi, proses penjadwalan sudah ada di meja Mendagri. Diprediksi dalam dua hari ini jadwal pelantikan itu ada di tangan penjabat gubernur. “Semua berkas, termasuk daftar kekayaan wali kota dan wakilnya telah kami kirimkan. Saat itu, DPRD hanya diberi waktu tiga hari saja oleh KPUD,” beber politisi PDIP tersebut.

Diharapkan, jadwal pelantikan tak meleset. Apalagi, DPRD memiliki beban berat menuntaskan pembahasan PAK (peralihan anggaran keuangan) Pemkot Malang. Meski saat ini pembahasan PAK masuk tahap final, tapi tetap tak bisa disahkan karena belum ada wali kota definitif. Praktis, finalisasi PAK dan beberapa bahasan lain bisa dilakukan ketika wali kota terpilih telah dilantik. “Jangan sampai mundur. Kalau mundur fatal akibatnya,” terang Moko.

Akibat fatal yang dimaksud Moko, jika sampai akhir September nanti PAK pemkot Malang tak disahkan, maka sanksi berat menunggu. Salah satunya terpangkasnya APBD Kota Malang untuk tahun 2009 sebanyak 30 persen. Jika ini yang terjadi, maka APBD Kota Malang bakal menyusut banyak. (nen/ziz/Jawapos)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s