Nasib Pasar Tugu

Rencana pemindahan Pasar Tugu (Sabtu – Minggu) Malang yang oleh temen-temen Arsenda Community lebih dikenal dengan sebutan Pasar Pagi atau Pasar Minggu, dari Simpang Balapan ke kawasan Lapangan Rampal masih menjadi polemik. Mayoritas pedagang Pasar Tugu menginginkan tetap bertahan di Simpang Balapan atau kembali ke tempat “asal”nya, kawasan luar Stadion Gajayana.

Kalau aku sendiri, sebenarnya tidak setuju dengan relokasi Pasar Tugu ke Lapangan Rampal. Selain karena sangat merugikan pedangan (dan juga pelanggan), pemindahan tersebut merupakan bukti ingkarnya Pemkot Malang terhadap janji yang dulu pernah disampaikan.

Sebelumnya Pasar Tugu berada di kawasan luar Stadion Gajayana sebelum dipindah ke Simpang Balapan Jalan Ijen karena pembangunan kompleks Stadion Gajayana dan Mal Oympic Garden (MOG).

Kini, setelah Stadion Gajayana selesai direnovasi dan MOG berdiri dengan megahnya (di kawasan RTH -Ruang Terbuka Hijau-) di jantung kota Malang, pedangan Pasar Tugu tidak mungkin bisa kembali ke area tersebut karena sekitar stadion sudah dipenuhi tempat parkir, lapangan tenis, lapangan sepakbola, lapangan voli, dan lapangan basket (sebagai bagian dari Stadion Gajayana).

Karena tidak mungkin kembali ke Stadion Gajayana, Pasar Tugu diwacanakan (dan segera dilaksanakan) dipindah ke area Lapangan Rampal. Di kawasan komplek militer tersebut, nantinya pedagang dijanjikan berbagai kemudahan, mulai akses jalan, lokasi, hingga pengunjung yang tidak akan sepi.

Secara konsep, mungkin benar. Tapi bagaimana dengan pelaksanaannya nanti? Lebih dari dua ratus pedangan Pasar Tugu telah mulai mendapat pelanggan di daerah Simpang Balapan (salah satu pelanggannya adalah aku, hehehe….). Kalau harus berpindah tempat, tentu harus memulai dari nol lagi untuk mendapatkan pelanggan.

Belum lagi lokasi Lapangan Rampal yang merupakan kompleks militer yang seharusnya tidak boleh dikomersilkan. Simpang Balapan juga relatif lebih “netral” lokasinya dan mudah dijangkau. Kawasan Rampal juga sangat padat lalu lintasnya mengingat jalur tersebut merupakan jalan utama Surabaya – Malang – Blitar.

Perlu lebih bijak lagi memang kepada setiap penguasa kota ini (terlebih walikota dan cawali yang beru saja terpilih, Peni – Priyo) karena keputusan relokasi Pasar Tugu tidak hanya menyangkut kehidupan pedagangnya, tapi juga pengunjung yang telah membuat Pasar Tugu sebagai salah saru ikon wisata kota Malang. (zoel)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s