Berminat Beli Klub Inggris?

Ebbsfleet United, Klub Pertama Milik Komunitas Website
Ebbsfleet United diakuisisi sebuah komunitas website yang beranggota 28 ribu orang di seluruh dunia. Penentuan pemain dan pelatih dilakukan via voting online.

COBA lihat sekeliling Anda. Siapa tahu, teman, saudara, atau tetangga Anda sekarang adalah seorang pemilik sebuah klub sepak bola di Inggris. Kemungkinan itu terbuka menyusul resmi diakuisisinya Ebsfleet United oleh komunitas yang tergabung dalam situs www.myfootballclub.co.uk (MyFC) kemarin (20/2).

Komunitas yang beranggota 28 ribu orang itu membeli 75 persen saham klub penghuni Blue Square Premier League (satu setrip persis di bawah League Two, divisi terendah di hierarki Liga Inggris, Red) tersebut. Namanya juga komunitas maya, anggotanya pun melintasi batas negara. Karena itu, bisa saja salah seorang di antaranya adalah orang-orang terdekat Anda.

Apalagi, untuk turut menjadi pemilik Ebbsfleet, anggota MyFC hanya perlu membayar 35 pounds alias cuma (Rp 665 ribu). Itu adalah biaya registrasi jika seseorang ingin menjadi anggota komunitas website yang diorganisasi oleh BBC tersebut.

“Ini adalah akuisisi klub sepak bola pertama di dunia yang dilakukan oleh sebuah komunitas website. Bahkan, setahu saya, ini akuisisi pertama yang dilakukan komunitas website untuk semua bidang usaha,” kata Will Brooks, juru bicara Ebbsfleet, kepada AFP.

Yang jadi pertanyaan, mengapa Ebbsfleet? Mengapa MyFC memilih klub yang tak pernah mencicipi atmosfer divisi terendah Liga Inggris sekali pun itu? Ternyata, itu memang sudah jadi komitmen MyFC sejak pertama dirilis. Komunitas tersebut ingin mencari klub lower league (klub nonliga) yang punya potensi untuk berkembang.

Ebbsfleet dinilai punya potensi untuk itu. Klub yang berdiri pada 1946 dan sebelumnya bernama Gravesend & Northfleet tersebut saat ini tinggal terpisah satu setrip dari League Two, kasta terendah Liga Inggris. Selain itu, klub yang berbasis di Northfleet di Selatan Inggris itu punya basis massa lumayan untuk ukuran klub nonliga.

Nilai lebih lain Ebbsfleet adalah klub itu berada di kota yang dilewati jalur kereta internasional dengan rute Inggris-Prancis-Belgia. Jadi, Ebbsfleet mudah diakses oleh para pemiliknya yang berasal dari segenap penjuru bumi tersebut.

Dampak akuisisi bersejarah itu juga langsung terasa. Begitu deal antara MyFC dan manajemen klub yang berkandang di Stadion Stonebridge Road itu diumumkan, sponsor berdatangan. Salah satunya adalah Eurostar, perusahaan kereta api transnasional yang sepakat menyediakan perlengkapan tim.

Guyuran dana sebesar 625 ribu dari MyFC sebagai biaya pembelian 75 persen saham tadi juga membuat Ebbsfleet bisa bernapas lega. Klub yang biasanya merugi 30 ribu pounds per musim itu kini tak lagi dibelit kesulitan finansial. Perburuan pemain untuk menyongsong musim depan bisa leluasa dilakukan.

Tapi, pelatih Liam Daish tetap tak bisa sembarangan membeli pemain. Sebab, dia harus meminta persetujuan 28 ribu anggota MyFC. Itulah sisi unik dari akuisisi tersebut. Hak untuk menentukan seleksi dan transfer pemain berada di tangan semua anggota MyFC, bukan di tangan manajemen seperti di klub-klub profesional pada umumnya. Mekanismenya, pelatih mengajukan nama-nama yang ingin diburu beserta curriculum vitae mereka, dan 28 ribu anggota MyFC akan melakukan voting secara online apakah setuju atau tidak.

Ribet? Daish tidak merasa demikian. “Sebab, toh saya sendiri yang mencari dan memilih pemain, baru minta persetujuan para anggota,” kata mantan bek Coventry City itu yang nasibnya di Ebbsfleet juga ditentukan oleh voting semua anggota MyFC kepada BBC.

Akuisisi ala MyFC tersebut memang seperti antipoda terhadap model takeover di Liga Inggris selama ini yang umumnya dilakukan konglomerat atau perusahaan raksasa. Motivasi MyFC juga bukan untuk mereguk keuntungan seperti Roman Abramovich di Chelsea atau Tom Hicks-George Gillet Jr di Liverpool.

“Para anggota MyFC tak akan mendapat pembagian keuntungan atau dividen. Model akuisisi ini memang semata dimaksudkan untuk lebih mendekatkan sebuah klub sepak bola dengan akar rumput, yaitu para fans. Di klub ini, seorang suporter yang menjadi anggota website bisa turut memilih pemain. Tiap habis pertandingan, seorang suporter juga dapat bersantai sambil minum bir dengan para pemain yang mereka pilih,” ujar Will Brooks.

Jelas, hal itu tak akan pernah bisa dilakukan suporter Chelsea, Liverpool, atau Manchester United. “Karena itu, saya yakin model perekrutan seperti ini akan jadi alternatif di masa depan,” tegas Brooks. (ttg)

*) diambil dari jawapos.com

Iklan

5 thoughts on “Berminat Beli Klub Inggris?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s