Islam Liberal dan Fundamental

Perang dingin? Perang paham, pemikiran, & pandangan? Atau berebut masjid? hehehe…. yang satu ngikuti akal & realitas, yang satunya lagi ngikuti yang ghoib di atas sana… Seperti halnya teori evolusi (biologi) tidak akan pernah ketemu bila dipandang dari sisi agama (meskipun sudah ada buku-buku tasawuf modern)…

Berikut ini salah satunya, sebuah spanduk di masjid dekat ITN Malang.

Spanduk

Punya komentar?

Iklan

14 thoughts on “Islam Liberal dan Fundamental

  1. Itu karena pengurus DKM yang bersangkutan ngiri ama orang laen yang justeru memakmurkan masjidnya… Maka disebutlah mereka sebage Islam Liberal. Soalnya, kalo yang bikin spanduk ditanya definisi Islam Libaral, ane yakin mereka kagak bakalan bisa jawap… :mrgreen:

    Salam kenal dari ane ya bang…

  2. Lhaa… sesama muslim kok nggak pernah rukun ya kita ini… ck ck, ck. Kalah sama balita. Balita ‘kan berantem hari ini, besoknya dah pada rukun lg. Tp yg saya tangkap selama beberapa kurun waktu, nampaknya masyarakat muslim kita alergi dengan term “liberal”. Yah, maklum…

  3. itulah kelebihan dari islam sendiri,

    walau banyak pihak yang anti dengan pluralism, tidak bisa di pungkiri bahwa islam sangat pluralis. didalamnya bermacam paham, kita jadikan perbedaan sebagai rahmat dari allah dan biarlah kita memahami islam dengan keyakinan kita masing-masing. bukankah islam rahmatan li-l’alamin?

  4. Cara bereaksi yg paling gampang – tapi tidak terlalu cerdas. :-) Paling tidak itu menurut saya.
    Setahu saya kebanyakan mereka yg menyatakan bagian dari Islam Liberal menyatakan pandangannya melalui tulisan-tulisan atau diskusi-diskusi. Kenapa dilawan dengan cara “kuno” spt foto diatas?
    Mungkin karena bingung tidak tahu mau berbuat apa? Melawan dengan tulisan? Mungkin tidak banyak yg pintar menulis, berdiskusi? Mungkin tidak banyak yg mampu berdiskusi dengan baik?
    Entahlah, yg jelas saya sebetulnya suka ada Islam “fundamental” dan ada Islam “liberal”, saya jadi bisa belajar banyak.
    Selama tidak nge-bom atau merusak (merugikan kepentingan orang banyak), kenapa tidak? :-)

  5. Sejak Muhammad saw wafat berikut khulafaurrasyidin, islam kehilangan imam (pemimpin) sampai sekarang. Itulah sebabnya islam bercerai berai. Memahami Al Qur’an atau ajaran islam sesuai dengan seleranya sendiri bahkan menurut kepentingannya sendiri dan kelompoknya. Padahal sumebrnya satu, yaitu Al Qur’an. Tanpa disadari mereka yang menamakan diri sebagai Islam Fundamental, Islam liberal atau islam apalagi namanya telah menunjukkan kesombongan masing-masing. Menganggap dirinya yang paling benar. Yah, itulah yang terjadi di Indonesia. Ummat Islam terbesar di dunia yang tidak memiliki pemimpin. “Paus Benidektus di Vatikan mampu mengendalikan kristen sedunia.” Itulah yang tidak ada untuk ummat islam.

  6. Islam…. hmmm

    Setahuku Islam itu adalah agama bukan partai politik apalagi sejenis makanan ringan. saya tidak tau dan tidak mau tau apa itu islam liberal, apa itu islam fundamental dan apa itu islam garis keras ataupun islam garis katulistiwa. saya cuman tau dan ingin lebih tau bahwa islam itu berdasar dari AL-QUR`AN DAN HADIST jika ada kalangan tertentu yang mengurangi atau menambah isi dari al-qur’an dan hadist tersebut berarti kalangan atau orang itu ingin menghancurkan agama islam!!

  7. Islam, just Islam.

    Barang siapa orang telah bersyahadh dan menerima Islam sebagai agamanya maka tiada keraguan sedikitpun bahwa Qura’an itu firman Alloh dan wajid diikuti dan dilaksanakan sepenuhnya tanpa bantahan. Satu contoh yang sering didengungkan orang “sekuler” bahwa hukum qisyos adalah budaya arab, pakai jilbab juga padahal itu ada nash yang jelas diperintahkan untuk dilaksanakan.
    Kalau berfikir ini/itu budaya arab maka lebih baik jangan berislam karena hampir semua ibadah kita diawali dari sana, contoh: sholat, zakat bahkan puasa dan haji itu adalah ritual yg sudah diperintahkan sejak jaman nabi-nabi terdahulu (sebut Ibrahim yang membangun ka’bah), jadi kita yang sudah mengaku Islam sekali lagi wajib untuk menerima dengan rela semua perintah yang ada dalam Qur’an dan hadist. Sami’na waato’na.

    wallohualam bissyowab

  8. udah kita ikut ma rasul aja, tiru tu prilaku rasul,sifat2 rasul n’cara ibadah maupun cara bersosialisasi rasul. key ……. INSYALLAH kita semua selamat sampai tujuan………..
    ok.bro…………..

  9. gua setuju sama mas karim “Islam Fundamental, Islam liberal atau islam apalagi namanya telah menunjukkan kesombongan masing-masing. ” ISLAM YA ISLAM..kalau mau selamat ya jalanin ISLAM kaga usah pake embel2…sombong amat..pake embel2..macam dirinya paling betuuulll ajaaaa..yg paling betul hanya milik ALLAH…yg HAK dan maha ADIL….ntar lama2 ada nih ISLAM PROSETAN, atau ISLAM ROMA atau ISLAM PROTESTAN…

  10. islam sebenarnya satu,namun adanya perbedaan embel2(fundamental, liberal) itu adalah buah dari pemahaman akal terhadap islan itu sendiri. Sebab salah satu di antaranya memang mau menerima islam meskipun ajarannya terkadang mengandung hal yang irasional, sedangkan di fihak lain tidak bisa menerima yang bersifat irasional,karena mereka berasumsi bahwa sesuatu dapat dipercaya keberadaannya bila dapat di buktikan secara empiris.jika tidak, maka dianggap tidak ada.Maka kita harus menyadari bahwa tuhan kita (allah) pun ghaib. tidak ada bukti empiris untuk membenatkan keberadaannya,hanya melalui keyakinan hati. thanks….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s