Menikmati Fasilitas Hot Spot

Hot SpotBaca koran hari ini, ada liputan menarik tentang fasilitas Hot Spot yg mulai marak di berbagai lokasi di Malang… meskipun ayas sendiri belum mencoba kesemuanya (cuma di sekitar kampus & matos). Artikel berikut ini sepenuhnya ayas ambil dari jawapos.com

Ketika Hot Spot Bertebaran di Malang Raya
Kemajuan teknologi tidak bisa dibendung lagi. Termasuk dalam hal akses internet. Beberapa tahun lalu, internet seakan menjadi barang langka. Tapi, seiring perkembangan teknologi informatika, publik menjadi familiar dengan fasilitas internet.

Memanfaatkan internet pun tidak lagi ribet. Dengan fasilitas WiFi (wireless fidelity), kita bisa mengakses internet di tempat-tempat tertentu yang memiliki titik akses alias hot spot. Tidak harus ke warung internet (warnet).

Kemudahan itu sudah bisa dinikmati warga Malang Raya. Beberapa lokosi strategis di Kota Malang kini dilengkapi hot spot. Seperti Alun-alun Merdeka, stasiun, kawasan Jalan Ijen, dan perpustakaan umum. Tak ketinggalan beberapa kampus. Maka, bukan pemandangan aneh lagi jika di tempat-tempat itu kita tinggal membuka laptop dan menikmati kemudahan berselancar di dunia maya.

Memang awalnya fasilitas hot-spot ini dimulai dari lingkup kampus. Sekarang ini hampir semua kampus di Malang menyediakan fasilitas hot-spot. Berikut liputannya :

Jika di Pemkot Malang fasilitas sambungan internet tanpa kabel dengan jangkauan luas baru bisa dinikmati pertengahan Juli 2007 lalu, lain lagi di dunia pendidikan. Bahkan, sejak 2006 kampus-kampus di Kota Malang sudah akrab dengan jaringan hot spot. Beberapa kampus yang komitmen dengan perkembangan teknologi, mereka pun berlomba mulai memasang titik-titik akses untuk memudahkan akses internet di semua lokasi.

Tentu saja, selain untuk meningkatkan kualitas dan mutu pembelajaran, karena mahasiswa bisa mengakses sumber ilmu dari manapun, juga untuk membangun image. Tak murah memang untuk mendapatkan fasilitas internet secara gratis. Untuk satu titik hot spot misalnya, perguruan tinggi terkait harus mengeluarkan uang jutaan rupiah.

Pastinya, untuk memasang satu hot spot lengkap dengan perangkat diperlukan dana Rp 10 juta. “Cukup mahal memang. Tapi, demi kualitas dan layanan pendidikan dana tidak dipersoalkan,” ungkap Kahumas Universitas Kanjuruhan M. Mirza.

Pemasangan hot spot itu, kata Mirza, telah dilakukan sejak 2006 lalu. Tepatnya, jelang peresmian gedung rektorat yang baru. Secara menyeluruh, ada empat titik hot spot yang dipasang di kampus ini. Yaitu, di lantai 2 dan 3 gedung baru, satu titik di gedung G, dan satu titik lagi di gedung D dengan total kapasitas 512 Kbps.

Selain Universitas Kanjuruhan, hampir semua kampus di Kota Malang juga memasang titik akses internet itu. Mulai UM, Unibraw, UMM, ITN, Uniga, Universitas Widyagama, STIE Malang Kucecwara, Unmer, Unisma, UIN, Poltek, dan lainnya.

Bahkan, di Unibraw saat ini telah diaplikasikan 100 titik hot spot di tiga area. Yakni, fakultas ekonomi, fakultas kedokteran, dan di seluruh lingkungan universitas, termasuk kantor pusat. “Jumlah itu meningkat tajam dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ucap Kahumas Unibraw Farid Admadiwirja.

Bukan hanya titik hot spot yang diperbanyak, jumlah bandwidth juga meningkatkan sampai 20 Mbps atau sama dengan 0,84 Kbps per mahasiswa. Kekuatan itu melampaui standar badan akreditasi perguruan tinggi (BAN -PT) yang menstandarkan 0,75 Kbps per mahasiswa. “Sangat terbantu sekali. Dulu, sebelum ada hot spot, untuk akses internet harus ke warnet (warung internet). Tapi, sekarang tinggal duduk manis di taman kampus, menyiapkan laptop dan tinggal klik,” ucap Hendra, mahasiswa FE Unibraw yang baru saja menjalani sidang skripsi di kampusnya kemarin.

Hal yang sama juga diungkapkan Rama. Dengan fasilitas itu, sebagian besar tugas kuliah terbantu. Terutama, tugas-tugas yang mengharuskan mencari literatur internasional. Bukan itu saja, mahasiswa tingkat akhir yang aktif di salah satu organisasi mahasiswa fakultas ekonomi tingkat internasional ini juga sangat mudah melakukan komunikasi dengan teman-teman di negara lain. “Senang tentunya. Hanya saja, terkadang masih susah mencari sinyal. Kadang ada, kadang juga tak ada. Tapi yang jelas kami sangat terbantu,” beber Rama. (nen/ziz)

Menikmati Fasilitas Hot Spot di Ruang Publik
Dari sekitar kampus, hot-spot mulai menjalar ke tempat-tempat umum dan fasilitas publik, mulai tempat rekreasi, perpustakaan umum, hingga mall. Berikut liputannya :

Internetan, Tak Lagi di Warnet
Pemkot Malang berupaya mengikuti perkembangan teknologi informatika dengan menyediakan fasilitas WiFi (Wireless Fidelity) di lokasi-lokasi strategis di Kota Malang. Fasilitas internet tanpa kabel tersebut disediakan gratis alias tanpa bayar.

WiFi awalnya ditujukan untuk pengunaan perangkat nirkabel dalam sebuah Lokal Area Network (LAN). Dalam perkembangannya, lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan ketika seseorang dengan laptop, telepon seluler, atau PDA (personal digital assistant) terhubung dengan internet dengan memanfaatkan titik akses (atau dikenal dengan hot spot) terdekat.

Pengenalan fasilitas ini oleh pemkot untuk kali pertama dilakukan di area Tarekot (taman rekreasi kota) pada Juli 2007. Saat itu pemilik PDA, laptop, atau telpon selular berteknologi WiFi, bisa mengakses internet seraya menikmati satwa dan rindangnya pepohonan di tarekot.

Menurut Kepala KPDE (Kantor Pengelolaan Data Elektronik) Tri Widyani, fasilitas WiFi di tarekot merupakan salah satu wujud dari proyek bantuan Asia Pasifik Telekomunikasi (APT) untuk Kota Malang. Wujud lain dari bantuan tersebut adalah pembangunan insfrastruktur jaringan intranet di beberapa titik. Antara lain, di seputar balai kota dan di beberapa kantor dalam lingkup sekretariat daerah.

Pemkot kembali meningkatkan penyediaan titik hot spot (titik akses WiFi) di 65 lokasi pada 7 September 2007. Rilis program kerja sama dengan Telkom tersebut dilakukan di Alun-alun Kota Malang. Titik-titik itu akan ter-cover seratus persen dalam waktu beberapa minggu. Area yang sudah ter-cover antara lain Jalan Ijen, Alun-Alun Merdeka, stasiun, Matos, kawasan Stadion Gajayana, perpustakaan umum, kawasan Tugu, DPRD, jalan-jalan utama di Kota Malang, serta kampus.

Pemkot menginginkan, penambahan jumlah hot spot tersebut menjadi salah satu tujuan menjadikan Malang Kota cerdas. “Perluasan akses Wi-Fi gratis menjadi salah satu langkah menuju ke sana. Kami sediakan bandwidth sekitar 2 megabyte,” kata Tri.

Bagi pemilik PDA, laptop atau ponsel dengan teknologi WiFi, aksesnya cukup mudah. Untuk laptop versi terbaru sudah terdapat perangkat keras WiFi on board (sudah terpasang di dalamnya). Bagi pemilik laptop yang lama, tetap bisa menggunakan fasilitas WiFi. Caranya dengan meng-install WiFi PC cards yang berbentuk kartu di PCMCI. Atau disambungkan lewat USB. Sementara untuk PDA, pemakai dapat meng-install compact flash format WiFi radio di slot yang telah tersedia.

Tri mengatakan, WiFi yang disediakan oleh pemkot sifatnya gratis. Sedangkan WiFi yang disediakan swasta, biasanya harus membayar. Akses gratis tersebut dimungkinkan, karena pihaknya mendapat dana APBD untuk perawatannya. Dalam APBD 2008, diperkirakan perawatan jaringan telematika Malang online dialokasikan Rp 103 juta. (yos/ziz)

Pemkab Kadit Ketinggalan Ker
Ternyata ga cuma di kota saja fasilitas hotspot ini merajalela… kota Batu hingga Kabupaten Malang juga sudah mulai dijamah oleh jaringan tanpa kabel ini. Berikut liputannya :

Dihantui Penyakit Gagap Teknologi
MALANG – Fasilitas internet tanpa kabel radius tertentu yang lazim disebut hot spot juga sudah terdapat di lingkungan Pemkab Malang dan DPRD Kabupaten Malang. Namun, pemanfaatan fasilitas tersebut masih minim sekali. Penyebabnya, karena sebagian besar pengguna masih gagap teknologi.

Fasilitas hot spot di lingkungan pemkab dan DPRD sudah dipasang sejak Juli 2007. Jangkauan frekuensi di dua tempat yang ada di kabupaten ini mencapai 50 meter. Rencananya, pemkab juga akan mengembangkan fasilitas tersebut. “Kami sudah berencana memperluas jaringannya. Mungkin pada 2008 ini,” kata Kepala Bagian Pengelolaan Data Elektronik (BPDE) Pemkab Malang Ir Nasri M Eng SC.

Selain memperluas jaringan, pemkab juga akan menempatkan fasilitas hot spot di beberapa pusat keramaian di kabupaten. Di antaranya, pusat kerajinan Kendedes, Stadion Kanjuruhan, dan kantor Kecamatan Tirtoyudo. Di dua lokasi terakhir, pemkab juga sudah memasang antena pemancar dan segera diaktifkan. “Pemancarnya sudah ada. Tinggal dioperasionalkan saja. Tentunya harus didukung dengan SDM (sumber daya manusia) yang nantinya memanfaatkan layanan WiFi ini,” terang Nasir.

Selain itu, pemkab juga berencana mengembangkan fasilitas WiFi di 15 sekolahan yang sudah menggunakan fasilitas Information Communication anda Technology (ICT). Untuk saat ini, Nasri mengaku masih melakukan koordinasi dengan pihak dinas pendidikan dan kebudayaan (dikbud) untuk menambah fasilitas tersebut. “Kami juga ingin ikut menyukseskan program pendidikan di sekolah dengan memberikan fasilitas hot spot,” urai Nasri.

Untuk membangun di empat hot spot sendiri, pemkab mengeluarkan anggaran dari APBD 2007 sebesar Rp 43 juta. Anggaran tersebut untuk membangun antena, peralatan WiFi, dan perlengkapan penunjang lainnya. Karena sifatnya masih ujicoba, untuk Tirtoyudo dan Kendedes masih belum dioperasikan secara penuh. “Di dua tempat tersebut yang masih dilakukan ujicoba,” terang Nasri.

Karena masih banyak yang belum memanfaatkan fasilitas tersebut, Nasri berencana untuk melakukan pelatihan terhadap SDM yang ada di lingkungan pemkab. Termasuk bagi mereka yang memegang sebuah jabatan. Pasalnya, banyak di antara mereka yang gagap teknologi dan tidak bisa memanfaatkan fasilitas ini. “Sebenarnya mereka ada yang tidak gagap teknologi. Tetapi tidak tahu bagaimana cara menggunakan fasilitas ini,” beber Nasri. (bb/ziz)

Masih Ada yang Gaptek
Hehehe…. namanya juga manusia kemampuannya kan satu sama lain ga sama…. majemuk.. gitu juga dengan ke-gaptek-an… ga heran juga sih kalo masih banyak yg gaptek… hehehe… ayo rame2 belajar… liputannya diambil dari sini :

Klik, Kok Gak Bisa Ya…
Ponco, seorang anggota organisasi pemuda di Kota Malang Senin lalu membuka laptop-nya di samping gedung DPRD. Dia hendak membuka e-mail yang dikirim oleh seorang rekannya. Kebetulan, Ponco berada dekat dengan gedung dewan yang dikabarkan ada fasilitas hot spot.

Duduk di teras gedung dewan, pria humoris ini memulainya dengan searching wireless network melalui laptop-nya. Dua kali klik, tak kunjung muncul jaringan. Klik sekali lagi tak teridentifikasi juga jaringan hot spot yang terpasang. “Kok gak bisa ya. Wis, tak nang warnet ae (sudah, tak ke warnet saja),” kata Ponco seraya menutups emua aplikasi dan mematikan laptopnya.

Ponco mungkin bukan yang pertama merasakan tidak stabilnya koneksi yang ditawarkan oleh hot spot gratis milik pemkot. Apalagi dia tidak tahu di mana titik paling dekat, karena sama sekali tidak ada tulisan yang menunjukkan area cakupan hot spot di lingkungan DPRD.

Tri mengakui, jumlah masyarakat yang memanfaatkan fasilitas hot spot yang disediakan pemkot masih minim. Besar kemungkinan mereka tidak tahu titik mana saja yang sudah terkoneksi. “Kami akui memang belum banyak yang memanfaatkan hingga enam bulan setelah dipasang,” katanya.

Belum meratanya kepemilikan perangkat dengan teknologi WiFi, lanjut Tri, juga menjadi salah satu penyebab belum maksimalnya penggunaan hot spot. Kalau pun ada, mereka juga berpikir dua kali kalau harus membawa laptop ke lokasi keramaian, misalnya alun-alun. “Bisa jadi yang memiliki perangkatnya juga terbatas. Mungkin kemampuan operasionalnya juga terbatas,” katanya.

Soal kestabilan koneksi juga diakui oleh Tri masih belum maksimal. Beberapa gangguan sering terjadi sehingga menyebabkan koneksi terputus atau kehilangan koneksi. “Ya, memang sering ada gangguan-gangguan di beberapa titik,” katanya.

Terkait dengan kelemahan itu, Tri mengaku pihaknya tengah melakukan evaluasi terhadap pemanfaatan hot spot di Kota Malang. Evaluasi itu bertujuan mencari titik-titik yang paling efektif dan nyaman untuk dimanfaatkan. Tri menyadari, tidak semua titik hot spot dimanfaatkan oleh masyarakat. Sehingga memberikan fokus perhatian pada beberapa titik saja dinilai lebih berguna. “Anggaran juga tidak perlu banyak-banyak. Fasilitas yang disediakan pun bermanfaat,” katanya.

Untuk saat ini, titik yang paling penting untuk diperhatikan adalah perpustakaan umum, alun-alun, dan area Tugu. Ke depan akan ada penyediaan fasilitas penunjang, misalnya, papan petunjuk atau lokasi khusus. Sehingga pengguna jasa bisa nyaman dan aman. (yos/ziz)

*) foto diambil dari sini

Iklan

16 thoughts on “Menikmati Fasilitas Hot Spot

  1. wah.. ngalam ayar betul2 luar biasa!! jadi pingin bvalik ke malang sam.. bisa ngenet gratis di banyak tempat.. disini masih harus ngeluarin ongkos ke warnet… yup, semoga berapa tahun kedepan seluruh daerah di Indonesia penuh dengan titik2 hotspot.. bisa gak ya? kasian warnet juga tuh kalo sampe gulung tikar… hehe..

  2. aku adalah salah satu warga ngalam yg ketinggalan buanget seputar info perkembangan kota Malang, n jarang bgt menikmati fasilitas2 terbaru kota ngalam (kecuali pas pulang kampung).
    Lek sam azaxs sik enak, manggon sekitaran jatim ae, cedek kan? lha aku beda pulau, hehehehe…
    maumere iki warnet ae langka (FYI, cm ada 3 tempat), mahal pula…opo meneh hotspot2an…hehehehe…kagak ada boss…
    suwun Zoel, ayas dadi itreng perkembangan kota ngalam…

    hidup kota Malang…

  3. @ azaxs :
    ngnet gratis di mall plus cuci mata :D
    oyi, lek kabeh hot-spot-an, lha warnet lak ipes, hehehe…

    @ Panda :
    oyi podo2 sam panda, lha smpeyan kan disana ttp arema (arek maumere) :D ojo lali lek sam Panda odis dadi walikota ngko mengembangkan maumere cek koyo’ ngalam, hehehe… (temenan tah iku? ayas moco d FSmu lho…) ;D

  4. alhmd sam panda ayas masih di jatim.. tapi dimanapun berada tetap arema.. sam zoel ayas gak kalah, arema juga (arek malo). malo ki jeneng desaku nang ponorogo. hehe.. bravo arema!! Malang, Maumere n Malo.. ;)

  5. @ azaxs :
    loh, ayas yo kadit halak pisan… kampung ayas asline yo kadit d ngalam (ssstt rahasia, kita sama2 “wong kulon” hahaha) tp gpp, sing penting jiwa singo arema, oyi??

    @ nurussadad :
    moga2 ga sering2 down lg… d dkt rmh saya skrg jg kdg2 dpt bocoran hotspot dari UMM (univ. muhamadiyah malang) tp ya gitu, msh sering drop

  6. oyi sam.. rahasia, ga’ sah ngomong2 nek asli kediri..loh..gege sorry keceplosan sam.. Salam 1 Jiwa! ;)

  7. selamat buat bpk PENI…..aku udah 6 bulan pake hotspot…MAKNYUS….jayalah kota MALANGKU, AREMAKU. AL-hasil sekarang aku udah bisa desain website hehehehe…………SALAM 1 JIWA JUGA UNTUK SEMUA…..MUAAACH!!!!!xixixixixi

  8. ngapain ke hot spot kalau sekarang bisa internet murah, hanya internet 100k sebulan, walau hanya dari jam 6 sore sampai jam 7 pagi saya bisa internetan sepuasnya selama sebulan, murah kan, pakai wajanbolik, biar murah. ikut di SPIN.NET. kalau saya si hanya di tarik segitu. cuman kalau masuk ke situsnya udah ditarik 200k. belum termasuk pajak 10%. hidup wajanbolik.

  9. Sukses selalu dech buat Bpk Peni Wali kota n keluarga Besar kota Malang smuanya…

    Kembangkan trus tuh tekhonogi Wifinya diarea Malang Raya semoga semakin luas aja tuh antena hotspot di Malang biar masuk muri juga n Ultah Malang Raya di ganti nama juga dech…
    Dulu mah nama Malang Kota Bunga, sekarang Malang Kota Ruko n Kota Tower….
    Heheheheee…
    Bener khan…..
    Jangan ampe Malang gundul dech sayang sekali hilang nantinya Malang kota diinginnya….apalagi jangan ampe banjir n jalan rusak yaa…
    ,tp btw saran aja klo hotspot dimana2 gratis yaaa,tapi ada yang pake password apalagi beamwidth dikecilin gimana mo konek…
    pkknya Te Oo Pe Be Ge Te (TOP BGT) dech….

    Thanks smua Buat Bapak n Ibu2 yang bangun kota Malang Tercinta,sukses selalu apalagi Arema juga sukses…

    Cgiash_Jakarta
    Keluarga Besar Komunitas Malang_Luar Kota

  10. Hot spot di malang makin banyak aja, di daerah sawojajar, tepatnya di Kedai Kopi RKB Jl Kerinci Raya C1-B11, hotspotnya banter banget, aku klo download bisa mencapai 35 Kbps saat rame, kayak di warnet aja…..free lagi, menunya murah-murah kopinya cuman Rp 2000,- n mie rebusnya cuman Rp 3500 sudah pakai telor. Coba aja sendiri

  11. Wah sip infonya sam bos. Semenjak pmakai im2 membludak,aq dah ga bsa make lg, payah bgt pdhl rumah dah dket tower indosat yg sblah VEDC. Mu nebeng di VEDC sungkan ktmu konco2e ebes, so tak manfaatke wae perpus mlang hehe :-D lha di UB pelit hotspot (rektor anyar jan medit puwol) :-D mu ke rkb swojajar adoh eram :'( ni ada tmbhan info dket warnet dinoyo.net ada warkop AB3 mirip RKB, lumayan enak katae. Sik tp lum nyoba,hehe,golek barengan :-P

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s