Soeharto, Sang Pembangun

Artikel yang ini untuk mengcounter artikel sebelumnya, biar netral, karena aku emang bukan anteknya Soeharto, bukan orang orba, bukan juga orang reformis, aku juga bukan orang hukum, bukan orang nasionalis, bukan GMNI, pokoknya bukan orang politik deh…

Pak Harto mungkin adalah salah satu figur terpenting yang pernah dimiliki oleh rakyat Indonesia. Di luar reputasinya sebagai salah satu koruptor terbesar di seluruh dunia, pak Harto menorehkan sejuta kenangan di hampir sekian ratus juta rakyat Indonesia; mulai dari yang manis sampai yang paling pahit. Saat ini, pak Harto sedang berjuang melawan penyakitnya dan juga mungkin mempertahankan nyawanya supaya ajalnya masih bisa ditunda oleh yang diatas. Terus terang saja, pak Harto adalah salah satu orang yang saya kagumi selama pemerintahan Indonesia berlangsung. Tentu saja saya tidak menyertakan bung Karno karena saya tidak ada pada saat beliau memimpin Indonesia.

Saya masih ingat benar, di masa pemerintahan pak Harto US Dollar bisa ditekan sampai hanya Rp.2000 saja. Semua rakyat senang dan tenteram hidupnya. Tapi tentu saja ketenteraman itu hanya dialami oleh kami, para rakyat biasa dan tidak tahu apa-apa mengenai perekonomian bangsa dan dunia politik dibaliknya. Yang saya tahu, hidup rakyat Indonesia tidak se-melarat sekarang, setelah beliau lengser tepatnya sepuluh tahun lalu.

Yang membuat hati saya miris beberapa minggu belakangan adalah orang-orang yang terus saja berdemo menuntut agar pak Harto dihukum pidana dan bukan perdata. Padahal menurut saya mahasiswa-mahasiswa yang berdemo tersebut pada akhirnya tidak membuktikan kalau diri mereka lebih intelek dan lebih bijak daripada sosok yang sedang terbujur lemas tersebut. Biarpun pak Harto adalah seorang sosok diktator yang memimpin Indonesia dengan tangan besi, tapi beliau sekarang tetap manusia biasa yang sedang disiksa lahir batin oleh yang kuasa. Saya rasa hukuman pidana pun tidak pantas untuk beliau. Beliau lebih pantas dihukum perdata yang nantinya beliau atau anak-anaknya yang akan membayar denda pada negara atas kerugian yang pernah disebabkannya.

Lima tahun yang lalu, saya mengambil sebuah kursus bahasa Inggris singkat untuk persyaratan sebelum saya memasuki universitas yang saya tempati sekarang ini. Saat itu almarhum Munir adalah kawan sekelas saya. Beliau cukup banyak bercerita pada saya tentang betapa sadisnya pemerintah di rezim Soeharto, bahkan almarhum Munir pernah diculik dan disiksa sampai kelingking kakinya putus. Tapi sebenci-bencinya almarhum terhadap rezim Soeharto, almarhum juga mengakui memang pada saat itu seluruh rakyat Indonesia hidup senang dan tenteram.

Kemarin saya cukup terkejut saat mendengar berita bahwa istri almarhum Munir menjadi salah satu penjenguk beliau di rumah sakit. Keluarga tersebut memang besar hati dan benar-benar luar biasa jiwa besarnya.

Pak Harto memang pantas menyandang sebutan sebagai Bapak Pembangunan. Aspal di seluruh jalanan yang bisa kita nikmati sekarang dan gedung-gedung tinggi di ibukota mungkin adalah salah satu jerih payahnya membangun bangsa ini walaupun pada akhirnya itu semua ditempuh dengan jalan yang tidak baik.

Jika pak Harto tidak mungkin sembuh lagi seperti sediakala, semoga beliau tidak tersiksa pada saat nyawanya dicabut oleh yang kuasa. Dan diluar semua kejahatannya, semoga Tuhan memaafkan dan diberikan tempat yang layak baginya.

*) artikel & foto diambil dari sini

Iklan

3 thoughts on “Soeharto, Sang Pembangun

  1. yup.. begitulah kehidupan.. semuanya kita kembalikan kpada yang diatas.. tapi yang jelas, skarang bliau sudah tiada.. moga tenang di sana..

  2. saya rindu dengan sosok SUHARTO ,beliau adalh bapak negara yang saya gemari……dia sosok yang membuat saya selalu kagum…….

    betapa bangga menjadi bagian dari suharto…

    Bapak Suharto semoga tenang disisinya..dan jasa jasa mu tidak akan pernah terlupakan untuk rakyat indonesia…

    AMIN…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s