“Maaf” untuk Suharto?

Kalau semua keputusan salah benar diserahkan pada pengadilan di Akhirat sana, lalu untuk apa kita buat negara? Untuk apa Negara bentuk hukum, pengadilan, polisi, jaksa, hakim, penjara, juru sita dll? Pertanyaannya, kenapa Maaf tidak diberikan pada maling ayam, maling jemuran atau ibu yang harus mencuri untuk susu anaknya, atau bapak yang harus mencopet untuk sekolah anaknya?

Kenapa maaf hanya untuk Soeharto yang jelas-jelas memperkaya diri, membunuh 3 juta Rakyat, menggusur tanah, kebun dan sawah Rakyat, dll. Kenapa para hamba hukum, elit politik sangat pemaaf, punya hati nurani, santun dan bermoral pada Soeharto tapi berubah menjadi Iblis Biadab dan sangat kejam tanpa moral dan nurani pada Pedagang Kaki Lima yang harus berjualan karena kegagalan Negara menyiapkan lapangan kerja atau pada pelacur yang harus menggadaikan harga dirinya karena Negara tidak mampu mensejahterakan Rakyatnya?

Ketika ada KETIDAK ADILAN, Hanya ada satu kata “LAWAAAAN!”

www.adiannapitupulu.blogspot.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s