Selamat Hari Natal

Karena saya bukan Nasrani, saya tidak mau tau apakah benar Hari Raya Natal jatuh pada tanggal 25 Desember. Itu urusan kepercayaan mereka. Yang saya tau, di kalender saya tanggal 25 adalah tanggal merah, dan dibawahnya ada tulisan: 25 Desember, Natal Hari Pertama. Saya ingin mengucapkan Selamat Natal kepada semua teman-teman Nasrani, yang merayakannya pada hari ini, 25 Desember.

Saya memang bukan salah satu yang menganggap haram ucapan selamat Natal, apapun alasannya, bahkan agama yang saya anut sekalipun. Saya tidak hidup karena agama, toh orang-orang yang tidak beragama pun juga bisa hidup. Saya hidup diantara orang-orang yang beragama. Tetangga, teman sepermainan, teman kuliah, hingga rekan kerja.

Diambil dari sini,

Bolehkah orang Islam mengucapkan selamat Natal kepada Umat Nasrani dan sebaliknya, yang Kristen mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri kepada umat Islam?

Kalau kita kembali kepada yang tadi, bahwa perlu reinterpretasi terhadap yang sakral, lalu yang maha, lalu kemudian dianggap sebagai pengalaman otentik. Ya boleh saja kan, orang lain bergembira kita juga ikut bergembira. Saling mengucapkan. Soal surga itu serahkan sajalah kepada Tuhan. Menurut saya biasa-biasa saja. Tapi kalau kemudian diformalkan, yang suci itu nggak terbagi, yang mutlak itu hanya satu, dan yang satu itu mestinya nggak terbagi tapi karena ditangkap oleh manusia menjadi terbagi; kalau Tuhan sudah saya tangkap maka orang lain tidak bisa lagi. Lalu ada klaim-klaim sepihak. Itu yang menurut saya menyebabkan hal-hal yang sederhana, misalnya tetangga kita sedang bersuka ria dan kita menunjukkan kegembiraan, dan itu dianggap tidak boleh.

Kalau semua orang Islam mengharamkan ucapan Selamat Natal, lalu semua orang non muslim juga mengharamkan ucapan selamat Idul Fitri, Idul Adha, Berpuasa, dll… lalu jadi apa kehidupan bersosial kita? Mau kembali ke jaman perang salib?

Menganggap saya sok liberal? sok plural? sekular? atau ikut2an jadi Islam moderat? Silahkan saja. Karena menurut saya pribadi, agama tidak hanya semata urusan vertikal, tapi juga ada aspek-aspek horisontal.

Dengan penuh rasa hormat, kepada seluruh teman-teman Nasrani, saya mengucapkan:
Selamat Hari Natal 25 Desember 2007
dan TAHUN BARU 1 Januari 2008

Semoga damai Natal selalu menyertai Anda.

Iklan

8 thoughts on “Selamat Hari Natal

  1. Terima kasih saudaraku, ucapan Natalnya dan kami mengasihimu …saat ini kami sdg berbahagia, dan membaginya kepada saudara2 juga.

    Saya pernah menulis “TUHAN MILIK SIAPA?” dalam beberapa artikel rohani antar umat beragama. Namun, tidak mendapat tanggapan karena saya dituduh kafir, bukan Islam dan juga bukan Kristen, bukan budh atau hindu juga, atau aliran lainnya. Karena saya bertanya kepada para pendeta, ulama dan semua org yang menganggap dirinya suci, “TUHAN MILIK SIAPA”. Dan dalam argumen-argumen, mereka katakan bahwa kita manusia ciptaan tangan Tuhan, jadi Tuhan memiliki kita, dan sekaligus kita memiliki Tuhan. Kalau begitu kita semua “CIPTAAN TUHAN” dengan harga yang sama di hadapanNya. Mengapa kita haramkan ciptaan yg lain dan kita halalkan org yg sepaham dengan kita. Kita punya hak apa, kalau Tuhan adalah Pemilik Kita semua?

    hehehe, cuma berbagi saja, agar dunia ini menjadi tempat yang aman bagi anak-cucu kita, mereka berbeda agama namun tetap saling mengasihi, berdamai satu dgn yang lainnya, sehingga kita telah mewariskan apa yang baik demi bumi tercinta ini. Planet Bumi ini, rumah kita yang diberikan Tuhan, kita wajib menjaganya untuk jangka panjang. Hehehe!

    itu sajalah, amin
    MRG

  2. Saya juga salah satu muslim yang sangat tidak setuju mengenai di haramkannya ummat muslim mengucapkan selamat natal ke yang merayakannya, begitupun sebaliknya. kita hidup di zaman di mana kita harus saling menghargai dan bertoleransi serta saling mebutuhkan, satu sama lain. coba bayangkan klo semua menrapkan peraturan haram tersebut, saling mengkotak kotakkan antar sesama, pasti hidup ini serasa ada sekatnya.

    tanggal 25 desember malam, saya bersama kawan-kawan datang tuk bersilahturahmi ke rumah teman2 yg merayakan natal,kita ngobrolin apa aja, tertawa lepas tanpa memikirkan bahwa kami berbeda. apa yang saya rasakan?? kedamaian, ketentraman, kenyamanan, sungguh perasaan yang tidak bisa di lukiskan dengan kata-kata.

    terima kasih tuhan Kau telah menciptakan kami di antara perbedaan-perbedaan, perbedaan-perbedaan yang membuat kami merasa kecil di matamu.

  3. @ alearch :
    ehm.. ale, kmu tau ga kenapa pelangi itu indah? karena terdiri dari beragam warna yg berbeda, merah-hijau-kuning-biru-jingga, semua beriringan “memeluk” cakrawala…

  4. hahaha…beginilah orang yang tak paham agama, berbicara tentang agama…berbicara sak enak udhele dewe

    emang situ juga berani berbicara masalah kedokteran atau mendiagnosis penyakit orang padahal situ juga bukan dokter??????

  5. Saya tidak mengerti siapa yang sebenarnya berbicara sak enak udhele dewe (berbicara semau pusar nya sendiri).

    Kadang kita tidak menyadari bahwa disekeliling kita ada juga mahkluk ciptaan tuhan yang ngomongnya cuap-cuap semau guwe, tanpa memahami betul isi pokok permasalahan yang dia simak, artinya.. dia menyimak, namun respon otaknya tidak bisa menerima apa yang dia simak klo bahasa kedokterannya sih “syidrom telmi”.

    pertanyaannya apakah si ANONIM termasuk orang yg terkena syindrom telmi??.. pertanyaannya bisa di jawab dengan hanya membaca commentnya.

  6. Kita dilihat dari atas, semua jelas dan kadang DIA geleng kepala, karena ciptaanNya saling berteriak Haleluyh, Allahu Akbar, dan mengelu-elukan Namanya sambil membawa BOM MOLOTOF dan melemparnya disebuah rumah TUHAN. BOM………………………Api menyala! dan tubuh-tubuh bergelimpangan. mati…mati….runtuh…runtuh…..! Bunuh … Haleluyah…Bunuh Allhu akbar… Hancurkan….!

    Sang Pencipta berkata, siapa yang merusak ciptaanKU itu? Mereka berteriak atas namaKU tetapi mereka juga merusak ciptaanKU.

    Hehehe, sepertinya TUHAN itu saya translite dalam pola pikir manusia saja, ampun ya TUHAN…. tetapi ini telah terjadi, kamisok tahu dan sok suci, mengatasnamakan agama u membenarkan siapa kami.

    Tuhan milik siapa ya? Oh…Tuhan….berikan KASIHMU dan MUZIZATMU agar kami kembali ke jalanMU.

    Mustika Ranto Gulo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s