Nurdin Halid, Pengda PSSI, & EXCO

Nurdin Halid yang berada di sel tahanan dijenguk oleh 3 orang dari Pengda PSSI.

Pengda 1, 2, dan 3 : Selamat pagi Pak Nurdin? Bagaimana kabar Anda baik2 saja kan?

Nurdin Halid (NH) : Baik. Saya ucapkan terima kasih atas dukungan Anda (Pengda) untuk tidak menurunkan saya. Saya pasti memberikan imbalan.

Pengda 1 (P1) : Saya ingin klub di ibukota Pengda saya yang tidak lolos Superliga bisa diikutkan Superliga tahun depan. Klub itu punya suporter fanatik yang bisa brutal dan rusuh apabila klubnya tidak lolos superliga.

NH : Baik, akan saya buat keputusan baru klub-klub di peringkat 10-12 “bisa” ikut Superliga!

Pengda 2 (P 2) : Saya ingin klub di ibukota Pengda saya yang juga memiliki stadion baru nan megah meskipun teletak di kabupaten bisa ikut 8 besar, saat ini klub saya berada di posisi 5.

NH : Baik, akan saya buat aturan baru untuk merubah format 8 besar menjadi 10 besar atau 12 besar!

Pengda 3 (P 3) : Saya ingin klub2 tetap dibiayai APBD, karena itu sumber pemasukan kita, juga Anda. Saya tidak ingin klub yang mandiri / tidak dibiayai APBD juara, bagaimana kata orang nanti, klub mandiri aja bisa juara.

NH : Baik, saya akan berusaha dengan segala cara menjegal klub mandiri tersebut juara.

P 1, P 2, dan P 3 : Terima kasih Pak Nurdin, Pengda kami akan selalu mendukung anda dan tidak akan melengserkan anda, sekalipun kita dicekal FIFA.

Tidak lama kemudian salah satu anggota EXCO PSSI dari salah satu klub yang telah pasti lolos 8 besar dari Jatim datang ke sel tahanan dan langsung bicara dgn NH.

Anggota EXCO (AE) : Pak Nurdin, saya ingin klub saya menjadi tuan rumah babak 8 besar.

NH : Baik, saya putuskan stadion di kota klub anda menjadi tuan rumah, mekipun fasilitasnya tidak memadai.

AE : Terima kasih Pak Nurdin. Tim EXCO akan selalu mendukung anda dan tidak akan melengserkan Anda.

Demikianlah, keempat “tamu” tersebut kemudian meninggalkan lapas, sedangkan NH sibuk dengan kamus Indonesia – Inggris untuk menulis surat kepada Presiden FIFA, Joseph Blater, agar tidak menjatuhkan sanksi sehingga dia bisa terus berada di pucuk pimpinan sepakbola negeri ini, minimal hingga 2020 saat visi misinya membawa Indonesia ke Piala Dunia ternyata utopisme belaka.

Iklan

One thought on “Nurdin Halid, Pengda PSSI, & EXCO

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s