Cerita dari Fornas Jardiknas 2007

foto bareng panitia LO hotel

Empat hari tiga malam di hotel Kartika Wijaya Batu sudah lewat, sekarang tinggal pegel-pegel, capek, dan mata ngantuk karena terlalu banyak “hutang” tidur. Banyak cerita dari pengalaman pertama jadi salah satu koordinator panitia event berskala nasional Fornas Jardiknas 2007. Mulai dari diburu panitia rekap data, sampai berhadapan langsung dengan perwakilan panitia se-Indonesia.

@ Kamis, 29 November, 11.30wib
“Maaf Pak, pembagian reimburce oleh panitia pusat belum bisa dilaksanakan saat ini”
@ Jumat, 30 November, 01.35wib
“Maaf Pak, kami belum mendapat kontak dari panitia pusat untuk pembagian reimburce”
@ 2.25wib
“Maaf Pak, kami terpaksa mendahulukan bagi yang telah memesan tiket travel atau pesawat”
@ 3.15
“Akan kami usahakan secepatnya Pak…”

Diantara empat hari jadi panitia Jardiknas di Hotel Kartika Wijaya, Batu, malam terakhir acara adalah saat paling melelahkan. Capek karena seharian kegiatan di UM mulai pagi-magrib, berselisih pendapat dengan awak bus, hingga “unforgetable night” saat menunggu pembagian reimburce (salah ketik ya? yg bener gimana sih?)

Mulai Kamis jam 10 malam sampai keesokan harinya, Jumat jam 9 pagi, aku dan tiga temen panitia LO Hotel, terus-menerus dicerca pertanyaan, keluhan, hingga amarah peserta yang belum juga mendapat “uang saku” dan SPPD yang seharusnya berhak mereka dapatkan hari Kamis malam.

Sampai jam 1 dini hari, belum juga ada kepastian kapan “pesangon” itu diberikan, padahal sudah banyak dari peserta yang telah memesan tiket pesawat keesokan harinya hingga telah dijemput oleh travel di depan hotel. Hampir 90 persen peserta memang berasal dari luar Jawa.

“Saya sudah harus cek-out jam 2 pagi karena ditunggu travel”

“Mas, pesawat saya berangkat jam 7 pagi”

“Mas, travel saya sudah menunggu di depan”

“Mas, kapan panitia pusat datang? Ini kan event nasional? Koq panitianya payah gini?!?”

Bayangkan, dicerca pertanyaan yang kira-kira sama seperti itu hampir 12 jam semalam suntuk…. Dan saya tidak bisa berbuat apa2 kecuali berkata “maaf”, “mohon bapak sabar”, “masih kami kontak”, “akan kami usahakan”, dan kata-kata penghibur lainnya…

Sampai-sampai mas & mbak yang jaga di lobi hotel Kartika Wijaya kasihan kepada aku dan tiga teman panitia lainnya.

Keinginanku saat itu bukan lagi berharap kedatangan panitia pusat secepatnya -karena sudah tidak mungkin lagi- tapi ingin sekali aku menghentikan lajunya detik waktu, biar panitia pusat yang ceroboh, benar-benar ceroboh, tidak merekap arsip dari hotelku, bisa secepatnya mencairkan uang untuk “pesangon” peserta.

Beberapa peseta yang kasihan & bersimpati kepadaku berkata “Anda tidak salah, panitia pusat yang salah”

“Adik tidak salah, adik memang tidak mempunyai wewenang untuk pembagian reimburce”

“Mas sudah banyak membantu…”

Beberpa peserta yang tidak puas dan marah:

“Harusnya Mas bisa koordinasi dengan panitia pusat dunk!!”

“Coba Mas kontak sekali lagi”

“Bagaimana ini? Apa Mas bisa ganti tiket travel & pesawat kami?!?”

Intinya, selama penyelenggaraan Jardiknas kemarin, hampir semua peserta mengaku senang dan menikmati fasilitas dan layanan dari hotel dan panitia, tetapi semua citra positif tersebut langsung hilang tak berbekas pada malam terakhir hingga saat check-out.

Mungkin, setelah 12 jam beradu pendapat & argumen dengan perwakilan orang-orang se-Indonesia, aku punya pengalaman berharaga sebagai “front office”.

Empat hari tiga malam di hotel Kartika Wijaya Batu aku belum sempat menikmati semua fasilitas yang ada di bintang berkelas bintang empat ini. Hanya kolam renang, bilyard, dan hot-spot yang sempat aku nikmati, selebihnya seperti lapangan futsal, basket, karaoke, fitness center, mini zoo, massage, hingga special beverage belum sempat aku cicipi. Lain kali mungkin, hehehe…

kru panitia LO Hotel yang terlantarkan...
kru panitia LO Hotel yang terlantarkan…
jaket kulit... ancen cocok gawe sopir
jaket kulit… ancen cocok gawe sopir
di depan Kartika Wijaya
di depan Kartika Wijaya

Iklan

3 thoughts on “Cerita dari Fornas Jardiknas 2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s