Belajar Menerima Kekalahan

Dalam sebuah permainan, kalah dan menang bagaikan dua sisi mata uang, saling beriringan, bergantian, dan tidak bisa dipisahkan. Dalam kondisi normal, semua yang terlibat dalam sebuah permainan menginginkan sebuah kemenangan, tidak satu pun mengharapkan kekalahan, tapi sebagai subyek dalam permainan tersebut, kita tidak bisa melepaskan dua hal, menang atau kalah. Pelan atau cepat, sekarang atau nanti, sebuah kemenangan (dan kekalahan) akan datang menghampiri kita, selama kita masih terlibat dalam permainan tersebut.

Pun demikian dalam sepakbola, apabila sebuah tim (yang kita dukung) menang, kita terlarut dalam euforia tawa dan gembira, tapi bagaimana dengan tim lawan yang berhasil kita kalahkan? Kita akan tahu jawabannya apabila kita mengalaminya. Ya, tanpa perlu dijelaskan panjang lebar, kita akan tahu bagaimana sakit dan pedihnya sebuah kekalahan apabila kita mengalaminya sendiri.

Seperti saat ayas nonton Arema vs Persipura (25-11-07) kemaren, sebuah gol Persipura berhasil mencuri poin penuh di kandang singo, sekaligus meruntuhkan rekor tak terkalahkan Arema selama putaran kedua, lebih hebat lagi untuk Persipura, ini adalah kekalahan kandang pertama yang dialami Arema selama hampir empat musim kompetisi (liga indonesia & copa).

Stadion Kanjuruhan saat Arema v Persiwa

Saya tidak akan membahas apa sebab Arema sampai kalah, Miroslav Janu lebih tau dari sisi moral pemain, teknis dan strategi di lapangan selama pertandingan. Yang pasti, ketidakmampuan Arema mencetak gol dan permainan di bawah form berakibat fatal setelah gol tunggal Persipura di awal babak pertama yang tercipta dari sebuah counter-attack sederhana berhasil menghukum ketidak mampuan Arema mencetak gol di sisa waktu babak kedua. Dukungan lebih dari 40 ribu Aremania tidak mampu menjadi penyuntik semangat Arema, malah sepintas menjadi beban bagi pemain.

Pertandingan telah usai. Aremania telah pulang ke rumah masing-masing. Pemain kedua tim pun sudah kembali ke mess untuk berlatih menyongsong pertandingan berikutnya. Karena perjalanan tidak berhenti dikarenakan sebuah kekalahan. Masih ada 6 pertandingan sisa. Masih ada 18 poin yang bisa diraih.

Yang patut dicermati, apakah kita siap menerima sebuah kekalahan? Sebagai suporter, kita selalu menginginkan tim kita menang, menang, dan menang. Tapi kita harus ingat kembali pada prinsip dasar permainan itu sendiri. Hanya ada dua pilihan, menang atau kalah. (dalam hal ini ayas tidak membahas hasil imbang / seri). Dan kita harus siap menerima kedua kemungkinan tersebut, selama permainan itu berjalan “wajar” dan sesuai dengan rule yang berlaku.

Meskipun kalah, Aremania yang meluber sampai ke sentel-ban tidak melakukan tindakan anarkis. Sepanjang 2X45 menit pertandingan berjalan lancar. Meskipun ada lemparan botol yang menjadi wujud kekecewaan Aremania serta ada insiden antara oknum TNI dengan wartawan, kebesaran hati suporter dalam menerima kekalahan menjadi sesuatu yang sangat mahal harganya di tengah kerusuhan & tindakan anarkis yang selalu mewarnai perjalanan Liga Indonesia.

Sebuah kemanangan membuat kita berjaya, sebuah kekalahan mengajak kita untuk introspeksi diri dan menjadikan kita dewasa. Akhirnya kita kembali di ajak meresapi bait lirik lagu Tegar yang dibawakan oleh Arema Voice:
“dalam hidup ini slalu ada kegagalan
perjuangan adalah sejuta tantangan
lapang dada, jiwa besar, menerima kenyataan yang ada

kekalahan adalah jalan menuju kemenangan
tiada kata putus asa terlintas dalam jiwa
tetap tegar dan berjaya di dalam dada
semangat membara….

kami Arema…
terus berjuang sepanjang masa
kami Arema…
tak peduli segala rintangan
tak ada kata menyerah…”


(*) sebuah catatan singkat dari Lunjap, admin OngisNade.Net

Iklan

2 thoughts on “Belajar Menerima Kekalahan

  1. aku anak malang tpi bukan aremania
    aku suka bola
    aku suka arema menang
    aku ingin melihat bola indonesia maju

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s