Belum Sampai Obesitas

Udah tau tentang berita meninggalnya aktor Big Dicky? Sepintas, untuk orang yang awam tentang masalah kesehatan seperti aku, menduga faktor meninggalnya komedian bertubuh “raksasa” itu dikarenakan “obesitas“.

Belakangan ini, setiap orang / kawan yg ketemu aku rata-rata bilang “Njul, wah tambah lemu ae koen…” atau “Koq tambah gemuk ya?” atau “wah, tambah ndut aja” atau bahkan “sayang koq tambah ndut sih??” :( Hmm… apa iya bener kaya gitu? Aku sendiri sebenernya ga terlalu mempermasalahkan apakah aku tambah gemuk, gendut, lemu, atau apalah istilahnya, yg penting aku hepi-hepi ae… asal ga ndut bgt kaya alm. Big Dicky.

Obesitas?
Obesitas atau kegemukan adalah ketidakseimbangan jumlah makanan yang masuk dibanding dengan pengeluaran energi oleh tubuh.

Bahaya Obesitas
Obesitas dapat menimbulkan berbagai penyakit serius, antara lain DM, hipertensi dan jantung. Risiko kematian yang disebabkan oleh diabetes yakni stroke, coronary artery disease, tekanan darah tinggi, kolesterol yang tinggi, ginjal, dan gallbladder disorders. (jadi dokter dadakan setelah baca dari sini)

Tapi apa bener ya buat co dengan berat badan 67kg dan tinggi 170cm udah termasuk “gendut”? Atau kalau emang iya, setidaknya aku ga’ (atau belum) kena obesitas kan?

Tapi kalau menurut artikel dari Wiki tersebut, aku belum kena obesitas… “Seseorang yang memiliki berat badan 20% lebih tinggi dari nilai tengah kisaran berat badannya yang normal dianggap mengalami obesitas.”

Ada lagi rumus obesitas seperti yang di sini.

Sedikit analisa pribadi tentang penyebab “gemuk”ku (perkiraan):

1. Pola Makan Berlebihan
Orang yang kegemukan lebih responsif dibanding dengan orang berberat badan normal terhadap isyarat lapar eksternal, seperti rasa dan bau makanan, atau saatnya waktu makan. Orang yang gemuk cenderung makan bila ia merasa ingin makan, bukan makan pada saat ia lapar. Pola makan berlebih inilah yang menyebabkan mereka sulit untuk keluar dari kegemukan jika sang individu tidak memiliki kontrol diri dan motivasi yang kuat untuk mengurangi berat badan.

2. Kurang Gerak/Olahraga
Tingkat pengeluaran energi tubuh sangat peka terhadap pengendalian berat tubuh.
Pengeluaran energi tergantung dari dua faktor :
i) tingkat aktivitas dan olahraga secara umum,
ii) angka metabolisme basal atau tingkat energi yang dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi minimal tubuh.

Olah raga sangat penting dalam penurunan berat badan tidak saja karena dapat membakar kalori, melainkan juga karena dapatmembantu mengatur berfungsinya metabolis normal. (tau setelah baca ini)

*huff…. harus rajin olahraga lagi neh… :(

Bagaimana cara mengobati kegemukan dan obesitas? (kopi-pes dari sini)

Prinsip terapi dari kegemukan dan obesitas adalah pengaturan pola makan (diet) yang sehat dan meningkatkan aktifitas fisik. Untuk itu, sebaiknya bagi Anda yang mengalami masalah ini, segera berkonsultasi kepada dokter, bahkan jika perlu seorang ahli gizi medik. Hindarilah mencoba mengatur sendiri diet yang terlalu ketat, karena hal ini seringkali menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi. Upaya untuk mengkonsumsi obat-obatan pelangsing tubuh yang dijual secara bebas tidaklah selalu aman.

Untuk mengurangi faktor risiko kesehatan yang disebabkan oleh kegemukan dan obesitas, beberapa metode sederhana ini mungkin bisa Anda coba:

1. Cobalah menggunakan tangga untuk mencapai ketinggian 2 lantai, dibandingkan
menggunakan elevator, kegiatan ini akan membakar kelebihan kalori pada tubuh Anda.
2. Gunakanlah sepeda untuk mengunjungi rumah sahabat atau kerabat yang hanya berjarak beberapa blok dari rumah Anda, daripada menggunakan mobil.
3. Jika tetap harus menggunakan mobil, cobalah memarkirnya beberapa meter dari tempat tujuan, agar Anda bisa sedikit berjalan.
4. Biasakan untuk berolahraga ringan selama 30 menit per sesi, dengan frekuensi 3 kali seminggu.
5. Cegahlah penggunaan remote kontrol saat menikmati acara televisi atau hiburan musik dari soundsystem kesayangan Anda. Sedikit gerak saat mengganti saluran televisi akan lebih menyehatkan tubuh Anda.
6. Makanlah saat mulai merasa lapar, dan berhentilah makan sebelum kekenyangan. Hindari sikap berlebihan dalam mengkonsumsi makanan. Ingatlah, setiap kelebihan kalori akan disimpan dalam bentuk lemak tubuh, dan berpotensi menjadi sumber
penyakit.
7. Jika Anda menginginkan makanan ringan pada waktu senggang, pilihlah buah-buahan untuk menggantikan makanan ringan siap saji. Biasanya makanan ini mengandung kalori dan tambahan lemak yang tinggi.
8. Hentikan kebiasaan mengudap makanan ringan saat menonton tayangan televisi, sebab Anda akan kesulitan mengontrol jumlah kalori yang masuk melalui makanan tersebut.

atau bisa juga dengan cara ini

Fakta yang memprihatinkan kini semakin banyak anak-anak yang mengalami obesitas.Jumlah anak yang mengalami obesitas meningkat tiga kali lipat dalam 20 tahun dimana angka tersebut sebesar 10 persennya terjadi pada anak berusia 6 tahun dan meningkat menjadi 17 persen pada mereka yang berusia 15 tahun. Hal ini diperparah dengan buruknya pola makan dan jarangnya berolahraga sehingga serangan jantung dan stroke bisa dialami di usia-usia dini. (diambil dari sini) Waduh, serem juga ya…

Sekedar info, kalau ingin tau lebih tentang obesitas, ada “official website”
juga loh… Di situs resmi obesitas ini ada banyak permainannya juga… monggo dicoba…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s