Ini Orang apa Batu??

PSSILihat berita olahraga pagi ini di salah satu TV swasta nasional? Sekjen PSSI, Nugraha Basoes menyatakan pertemuan FIFA di Swiss dua hari sebelumnya bukanlah sebuah keputusan, melainkan hanya rekomendasi. PSSI masih akan mempelajarinya (atau mencari celah-celah untuk dilanggar demi mempertahankan sang ketuanya yang seorang napi residivis KORUPTOR?!?) Nugraha Basoes menambahkan, FIFA tidak menhendaki Munaslub untuk mengganti Nurdin, Munaslub sendiri tidak akan digelar kalau tidak memenuhi persetujuan 2/3 anggotanya (Pengda PSSI dan klub anggota). Nah…

Jadi, siap2 saja PSSI kita akan tetap dipimpin oleh seorang KRIMINIL…

Atau mungkin ada kekuatan lain yang bisa menyelamatkan sepakbola nasional ini, dari kelompok grass-root, kelompok suporter, yang notabene adalah kekuatan terbesar sepakbola nasional kita.

Pertama kali menjabat PSSI pada periode pertamanya, Nurdin terjerat kasus impor beras & impor gula. Dua kasus pertama membuatnya meringkuk di sel tahanan. Ajaibnya, Nurdin masih tetap duduk dengan angkuhnya di tampuk tertinggi persepakbolaan nasional. Kali kedua menjabat (setelah rapat di Makassar yang tidak diakui oleh FIFA) Nurdin kembali terjerat kasus korupsi penyaluran minyak, yang membuatnya kembali ke “habitat lamanya”, sel tahanan.

Hanya pribadi yang beretika dan berdedikasi tinggi untuk sepakbola yang layak dipilih sebagai pengurus sepakbola nasional. Demikian yang tercantum dalam kode etik FIFA.

Pada manajer meeting dan silaturahmi bulan puasa yang lalu Nurdin Halid merespon kencangnya desakan munaslub untuk melengserkan dirinya: “Untuk mengawal visi misi sepakbola Indonesia 2020, diperlukan pemimpin yang bisa mengawal kompetisi. Kalau ada pemimpin yang sanggup menjadikan sepakbola industri di Indonesia, saya (Nurdin Halid) ikhlas mengudurkan diri. Saya (Nurdin Halid) dan EXCO (buatan saya) sanggup mengawal misi Indonesia 2020 dan menjadikan sepakbola industri”

PSSI dengan Nurdin dan boneka EXCO-nya saat ini sudah tidak diaku lagi oleh FIFA, setidaknya secata de-jure. Kalau benar-benar dijatuhkan sanksi atau diasingkan dari persepakbolaan internasional, habislah sepakbola nasional ini!!!

Yang jadi pertanyaan:
Masihkan EXCO melindungi Nurdin dan mengorbankan sepakbola nasional?
Masihkan Nurdin punya ETIKA & DEDIKASI?
Kalau FIFA aja ga mengakui, lalu masih pantaskah kita bermimpi Sepakbola Industri & Visi 2020?

baca juga:
Tanggapan PSSI Terhadap pemberitaan Media Massa Terkait Statuta PSSI
FIFA Instruksikan Nurdin Halid Diganti
PSSI Belum Terima Permintaan FIFA

Iklan

2 thoughts on “Ini Orang apa Batu??

  1. Sepakbola Indonesia kini berada di depan keterpurukan yang lebih dalam. Saat hukum dan dinding penjara tak juga mampu menurunkan Nurdin Halid, kita berharap cinta bisa menyadarkan dia untuk melepaskan jabatannya.

    Sebagai seorang ketua induk organisasi olahraga, idealnya Nurdin Halid menjadi contoh betapa nilai-nilai sportivitas harus ditegakkan. Sayang ketuan umum PSSI sejak tahun 2003 itu justru memilih untuk melanggar nilai-nilai yang selalu dia tanamkan ke atlet-atletnya.

    Terbukti bersalah terlibat kasus korupsi untuk kali kedua, menyalahi statutanya sendiri saat melakukan pemilihan ulang April lalu sampai munculnya surat FIFA yang meminta diadakan pemilihan ulang tak juga membuatnya terpanggil untuk melangkah turun dari kursi nomor satu PSSI.

    Ada banyak alasan yang membuat seseorang memutuskan terjun dan berkecimpung di organisasi olahraga. Mungkin mencari keuntungan materi atau menjadi sarana politis, tapi pasti banyak pula yang murni 100% dilandasi pengabdian. Marilah kita berharap Bung Nurdin berada di Pintu XI Stadion Gelora Bung Karno karena alasan yang terakhir, karena kecintaannya pada sepakbola.

    Kecintaan yang mungkin bisa kita lihat sejak dia menjabat pengurus di PSM Makassar. Bersama Juku Eja, Nurdin yang menjabat manajer sempat mengantar mereka merengkuh gelar juara Ligina tahun 2000.

    Saat itu Nurdin sangat total membangun klub kota kelahirannya itu. Kedatangan nama-nama besar Kurniawan Dwi Julianto, Hendro Kartiko, Bima Sakti, Miro Baldo Bento dan Suwandi HS hingga legium asing sekelas Carlos De Mello (Brasil) dan Joseph Lewono plus pelatih Henk Wullems menjadi bukti kecintaannya pada sepakbola dan menunjukkan hasrat besar untuk berprestasi.

    Saat terpilih menjadi ketua umum PSSI dalam kongres kongres Hotel Indonesia tahun 2003 pria kelahiran Watampone, 17 November 1958 itu pun langsung menunjukkan hasrat besarnya untuk membawa sepakbola Indonesia berprestasi. Dia meminta pembinaan sepakbola secara berjenjang untuk mencetak pemain berkualitas terus diperbaiki, juga masalah mafia wasit kasus pengaturan skor yang saat itu marak terjadi.

    Di kesempatan keduanya memimpin PSSI target lain dicanangkan. Dengan visi 2020-nya, Nurdin bertekad membawa Indonesia berlaga di pentas dunia.

    Okelah banyak cacat yang kemudian ditemui dalam empat tahun kepemimpinannya. Mulai kasus diskon besar-besaran terhadap Persebaya Surabaya, pencoretan Arema Malang dan Persipura Jayapura dari Liga Champions Asia hingga akhirnya muncul surat FIFA yang menghebohkan itu.

    Tak kunjung menorehkan prestasi di tingkat internasional, Indonesia kini malah terancam terpuruk lebih dalam jika FIFA sampai menjatuhkan sanksi pada pada PSSI. Kita pun kini harus bersiap dilarang berpatisipasi di semua event milik FIFA, dan tentunya juga AFC.

    Nurdin Halid harusnya sadar dan mestinya tahu kalau itu sampai terjadi maka akan menjadi musibah bagi persepakbolaan Indonesia. Persepakbolaan yang selama empat tahun terakhir coba dikembangkannya dan berusaha dibawanya ke pentas yang lebih besar.

    Kita berharap Nurdin Halid terjun ke PSSI murni karena ingin mengabdi pada persepakbolaan Indonesia, dan menjadi ketua umum PSSI karena kecintaannya pada sepakbola Indonesia.

    Pepatah kuno menyebut cinta tak harus memiliki, dan mungkin kini saatnya Bung Nurdin merelakan “cintanya” pergi dengan melepas jabatan ketua umum. Bukankah cinta yang dipaksakan justru melahirkan ketidakharmonisan?

    Ayo Bung Nurdin, tunjukkan cinta tulusmu pada sepakbola Indonesia. (Doni Wahyudi – DetikSport)

    Diambil dari : Berharap Cinta Bung Nurdin

  2. SURAT TERBUKA BUAT NURDIN HALID & Pengurus PSSI (Termasuk Exco)

    Meskipun anda semua ngotot anda benar, meskipun anda yakin akan memperjuangkan posisi dan jabatan anda, meskipun anda yakin anda bisa berbuat positif bagi persepakbolaan indonesia, sebenarnya anda semua itu sudah GAGAL Bukti kegagalan anda :
    1. Sepakbola Indonesia makin terbenam dalam lumpur panas.
    2. Semua aspek sepakbola nasional sudah tidak punya respek terhadap PSSI
    3. Muncul desakan dari organisasi diatas PSSI (termasuk FIFA )

    Di negara lain (Korsel, jepang, Inggris, dll), jika gagal melaksanakan tugas mereka mundur tanpa dipaksa. Tapi PSSI sudah dipaksa, diteriaki, didemo, masih tak mau mundur.

    Saya, atas nama seluruh suporter Indonesia berjanji, jika Indonesia dihukum FIFA tidak boleh berlaga di ajang Internasional, saya akan memburu Nurdin Halid, Nugraha Besoes, Mafiron, Haruna Sumitro, dkk sampai ke neraka.

    Saya siap berdebat terbuka jika ada pengurus PSSI yang masih menganggap dia benar.

    Gigih Santra Wirawan
    Kantor Pusat Ditjen P
    Jl. Gatot Soebroto 40-42, Jaksel
    Gedung A2, Lt. 5, Bidang KEP
    Tlp 021-5250208 ext. 2392
    email gigisantw@pajak.go.id / gigihmonodh@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s