Email Tentang EPL

Sudah satu bulan kompetisi Liga Inggris bergulir tanpa disaksikan oleh sebagian besar fans Indonesia, karena hak siar dimiliki stasiun TV berbayar, Astro.

Redaksi detiksport kebanjiran email dari pembaca seputar fenomena ini. Walaupun sebagian besar tetap kesal dan menyayangkan, tapi ada pula yang mulai pasrah dan memaklumi keadaan. Astro juga diminta memperbaiki dan meningkatkan pelayanannya.

Karena jumlahnya sangat banyak, kami mohon maaf tidak bisa menampilkan semuanya. Berikut beberapa di antaranya:

Achmad, Bangintapan, Yogyakarta
Tolong kontak dengan FA, diajak diskusi dan mencari jalan keluar agar rakyat Indonesia bisa nonton EPL secara gratis. Klub-klub peserta EPL diajak mogok main sampai dengan rakyat Indonesia bisa nonton gratis. Atau gimana caranya lah. Sebenarnya membayar sih ndak pa-pa, asal tidak dengan Malaysia !

Totok, totok@inus.co.id
Aku sangat setuju Liga Inggris tidak disiarkan di TV bebas agar masyarakat Indonesia lebih mencintai Liga Indonesia. Soalnya kalau setelah nonton Liga
Inggris rata rata terus males nonton Ligina, malahan selalu menjelek jelekkan liga sendiri, padahal kita ini orang mana?

Nelvian Hamid, onelgading@yahoo.com
Saya heran saja dengan bangsa Indonesia kita ini! Di Indonesia ini ‘kan banyak konglemerat hebat. Alangkah nistanya bangsa ini/pengusaha kita yg tidak bisa mengambil kesempatan ini untuk mensponsori acara liga Inggris biar bisa dinikmati lagi di Tanah Air. Jangan kalah dengan perusahaan Malaysia(Astro) yang bisa memonopoli hak siar tayang Liga Inggris.

Agus, agus@femaleradio.com
Saya juga ikut pasrah saja dengan hak siar EPL yang dikuasai Astro, mudah-mudahan tidak bisa bertahan lama sehingga rakyat yang ekonomi pas-pasan bisa
menikmatin acara seperti sebelumnya. Tapi dengan adanya detik.com saya masih merasa sedikit bisa menggikutin perkembangan liga inggris harapan saya sekarang ini di detik.com supaya update liga inggris lebih di giatkan dan jangan sampai terlewatkan.

Rokhman Ali, ir.rokhman@gmail.com
Saya dan teman-teman kantor yang setiap senin ramai membicarakan pertandingan EPL menjadi sedih sekarang dan hanya bisa mengakses berita detiksport.com saja. Tanpa bisa berbagi cerita tentang jalannya pertandingan dan kepemimpinan wasit. Ini adalah musim terburuk bagi pecinta EPL di Indonesia, terutama bagi orang-orang seperti kami.

Ita Octavia, ita_oct@yahoo.co.id
Ngeluarin duit cuma mau nonton Liga Inggris? Sepertinya nggak penting deh. Masih banyak cara lain yang bisa dilakukan. Contek aja para gibol tetanggaku. Salah satu dari mereka kebetulan berlangganan Astro sudah sejak lama, bukan gara-gara Liga Inggris. Dan setiap sabtu dan minggu dia ngadain open house di rumahnya khusus buat nonton bareng para gibol tetangganya. Dari para gibol dikutip iuran Rp 1.500 perak, katanya sih kompensasi buat istrinya gara-gara tidurnya terganggu. Selain murah, dijamin para gibol akan semakin bersemangat, dan tidak perlu khawatir soal kehabisan cerita.

Putu Widiantara, putu.widiantara@gmail.com
Saya sebenarnya tidak begitu masalah kalau harus berlangganan, tapi caranya itu lho! Astro sudah memegang hak “monopoli” di Indonesia, tapi kok pelayanannya masih kelas kadal? Jadi senewen saya. Tunggu seminggu gak aktif-aktif, sampai akhirnya harus inisiatif telepon Astro untuk membatalkan niat saya berlangganan. Sangat tidak profesional. Layaknya BUMN kita yang pegang hak monopoli, seenak udel dalam menjalankan bisnisnya.

Heru Martinus Salim, heru_m_salim@yahoo.co.id
Menurut saya, warga indonesia harus belajar menerima kondisi yang sudah gak bisa di-afford lagi, dan bisa menerima kondisi diri mereka, bukan hanya terus menuntut orang lain, tapi lebih belajar untuk menuntut diri sendiri.

Saya agak merasa aneh kalau akhirnya Astro “diomelin”, dan dituduh monopoli. Padahal setau saya, sekalipun Astro punya siaran liga inggris, kalau misalnya salah satu stasiun televisi lain mau membeli siaran tersebut, diperbolehkan juga. Atau saya salah? Apa itu bisa disebut monopoli?

Kalau memang semua orang Indonesia merasa Astro memonopoli, silahkan gak berlangganan Astro. Saya rasa akhirnya semua sama-sama gak bisa nonton EPL
lagi. Saya rasa, yang ada hanyalah “yang tidak mampu” iri kepada “yang mampu”, dan mengharapkan “yang mampu” sama-sama merasakan penderitaan mereka.

Saya pelajar di negeri orang, dan sebagai fans sepakbola, sudah dua tahun belakangan gak melihat siaran liga inggris ataupun liga italia, karena gak punya duit untuk menyewa siaran TV berbayar. Yang ada hanya liga negara setempat (yang di Indonesia kurang dianggap menarik). Lalu, apakah saya harus komplain kepada yang punya duit? Mau gak mau saya belajar menerima bahwa saya tidak mampu. Sudah bagus masih ada Liga Italia, Liga Spanyol di Indonesia, bahkan saya dengar ada juga Liga Belanda. Wuih.. Dah kayak bos itu, bisa nonton.

Marcell Tapobali, mtapobali@yahoo.com
Sebulan berlalu dengan sejuta cerita tentang seru dan aktraktifnya Liga Inggris yang hanya aku tonton satu menit di siarang berita Olahraga Sport Trans 7 dan Lensa Olahraga ANTV. hanya itu yang aku dapat setiap pagi bangun pagi untuk menghilangkan rasa penasaran dan kangenku kepada Liga Inggris. Sedih memang ketika semuanya yang dulunya gratis sekarang harus bayar kepada TV berbayar yang sangat monopoli itu.

Bagi kalangan tertentu mungkin tak jadi soal karena kelebihan uang, tapi aku… sudah tinggal di kos, belum mikir bayar angkot pulang pergi kerja, makan dan sebagainya. Tak cukup memang duit di kantong untuk bayar TV berbayar buat nonton EPL. Jangankan saya, saudara-saudara kita di luar sana yang tukang bakso, sopir, tukang ojek, pelajar, mahasiswa yang biasanya nongkrong untuk bicara EPL, sekarang sudah tak keliatan lagi antusias untuk cerita soal liga inggris.

Harapan saya semoga pemerintah bisa membantu masyarakat kecil yang sangat merindukan tayangan gratis yang sudah dari dulu mereka nikmati. Bravo trus Manchester United, walau aksimu hanya aku tonton 1 menit di saat aku bangun pagi.

promo@quelle-enterprise.com
Duh, pemerintah kita itu aneh. Yang lebih penting gak diurusin, ngurusin sekunder. Gak nonton bola gak akan mati, malah ngurusin lobi astro. Jangan-jangan ada anggaran tersendiri lagi ntar, ck..ck..ck..

Mending diurusin sarana umum lain yang gak jalan sebagaimana mestinya. Itu bikin rakyat sengsara, susah dapat duit cepat. Kalo udah cepet dapet duit, ntar juga pada langganan tivi kabel.

(diambil dari DetikSport)

Iklan

2 thoughts on “Email Tentang EPL

  1. Kenapa sih EPL nggak ditayangin di stasiun televisi.Padahal aku udah kangen banget nonton EPL berbagai pertandingan kayak waktu ditayangin di trans7.Apalagi kalo udah chelsea yang main aku semangat banget tuh.

  2. Kenapa sih EPL nggak ditayangin di stasiun televisi.Padahal aku udah kangen banget nonton EPL berbagai pertandingan kayak waktu ditayangin di trans7.Apalagi kalo udah chelsea yang main aku semangat banget tuh.ditambah klo main ma rivalnya MU.Sekarang cuma bisa tau hasil pertandingannya di berita.Ga asik…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s