Ada komen bagus nih tentang ide sang penguasa PSSI kita (yg ga ngerti bola) bahwa musim ini kompetisi Ligina TIDAK ADA DEGRADASI!! aku copy-paste utuh dari www.pssi-football.com
Comment :
By : kinry
Hi semua…
Pertama, saya minta maaf kepada teman teman dari Viking Persib Bandung, dan thanks banget atas penjelasan dari bung Bagus dan bung Hendra.
Kedua, saya mau berterimakasih kepada PSSI dengan pernyataannya yang menyatakan tidak adanya Degradasi di divisi utama. Maaf pak Nurdin, kenapa nga dibubarin aja sekalian liganya.
Trus, mau berapa club yang main di divisi utama pak nurdin. Itu namanya bukan kompetisi Pak Nurdin. Saya bingung, kenapa manusia seperti anda bisa jadi Presiden PSSI.
Saya berharap, semua ketua perwakilan dari kelompok suporter dari semua club yang bermain di divisi utama, untuk demon di MPR dan Istana Presiden. Tema dari demon ini adalah Sikap prihatin kita sebagai pencinta sepakbola nasional akan kondisi sepakbola nasional kita secara keseluruhan, dan perombakan total PSSI di semua lini.
Semua ini tidak akan berubah jika kita para pencinta bola nasional tidak turun tangan.
Kita bisa contoh suporter bola di eropa, dan hal ini membuat lembaga tertinggi sepakbola di negara masing masing tidak asalan mengambil keputusan.
Semoga ide ini dapat dimengerti teman teman semua.
Kenapa harus ke presiden dan MPR..
Biar petinggi negeri ini tahu, betapa kita cinta PSSI dan haus akan prestasi yang selama ini hanya mimpi.
Dan biarlah PSSI di isi oleh orang orang yang benar benar ngerti bola, jujur dan punya rasa nasionalisme yang tinggi. Dan yang pasti nga mantan napi yang terlibt kasus KORUP.
Ketiga, saat melihat pertandingan siaran langsung antara TIMNAS 23 vs MY Team di senayan, saya salut ama kondisi lapangan GBK.
Hanya untuk merawat satu stadion terbesar di negeri ini aja PSSI nga bisa.
Apalagi alasan anda bung Nurdin…
Dana kah…. Atau anda kekurangan tenaga yang mau merawat GBK…
TERKUTUKLAH kau NURDIN…
Ke empat, salut buat pihak keamanan di indonesia yang juga dengan sangat antusias mendukung pertandingan di setiap pertandingan. Hal ini di tunjukan dengan berjubelnya jumlah personel di lapangan dengan atribut lengkap. Namun sekali lagi, mereka dilapangan bukan untuk pengamanan, melainkan menonton gratis.
Pengamanan apa… kok ada botol… kok ada batu…
Mana swipingnya… Satu lagi penonton itu adanya di tribun bukan di lapangan.
Seharusnya aparat itu adanya di pintu masuk untuk melakukan swiping terhadap penonton yang usil, trus di dalam tribun,jadi jika ada yang usil, mudah nangkapnya.
Bukan berjibun di lapangan dan ikut ikutan menghalau hujan lemparan dari penonton.
Saya rasa semua suporter yang berpikiran dewasa akan setuju akan hal ini.
Kelima, saya mau mengucapkan selamat untuk PS RENGAT yang menjadi juara divisi II. Semoga di divisi I tetap punya greget.
Dan buat PSPS Pekanbaru, mana prestasimu….
Kalian punya dana hebat, stadion yang juga memukau, tapi tanpa prestasi. Memalukan….
Keenam, thanks banget, siaran liga ingris nga disiarin secara gratis di indonesia.
Kenapa…. karena negeri ini tidak pernah mau belajar dari yang baik. Liga Inggris tidak memberi masukan yang baik buat persepakbolaan di indonesia.
Apa yang kurang di Liga Inggris… Stadion yang baik, peraturan yang baik, suporter yang baik juga, manajemen yang memukau. Dan tidak satupun hal ini yang terjadi di indonesia.
Tapi ada satu hal yang bisa kita pelajari dari hal ini..
apakah itu… kita harus membayar mahal untuk bisa berprestasi.
Pencinta bola di indonesia, selamat menikmati Liga Domestik yang sungguh luar biasa di segala bidang.
Maunya kan tiket murah, disiarin gratis,…. ya LIGA INDONESIA lah yang memenuhi kriterianya.
Gimana seorang suporter bisa menghargai sebuah pertandingan dan perdamaian di stadion dengan Rp.15.000.
Saya membayangkan jika tiket masuk di indonesia diratakan paling murah Rp.35.000 s/d 50.000.
Disinilah akan teruji suporter yang benar benar cinta ama clubnya. Dan club sendiri akan berbenah, bagaimana di stiap pertandingan agar tidak di tinggal suporternya.
Semua sikap yang di tunjukan di lapangan di Indonesia serba Rp. 15.000 alias murahan. Mulai berantem sesama pemain, kerusuhan antar suporter dan banyak hal lain yang punya sikap murahan.
Penonton di INGRIS nga akan mau melempar botol atau membuat kerusuhan di dalam stadion sebab mereka membayar mahal untuk semua itu.
Dan club yang bermain di liga INGRIS juga menunjukan sikap yang profesional di lapangan karena mereka di bayar mahal.
So……. Adakah perubahan buat persepakbolaan di indonesia…..
Komentar Anda