Foto: Letusan Gunung Bromo

Foto-foto dari letusan Gunung Bromo akhir Desember dan awal Januari lalu.
Read more…

Foto-foto dari letusan Gunung Bromo akhir Desember dan awal Januari lalu.
Read more…
Pegasus, makhluk mitologi Yunani, atau yang ada di film Harry Potter, ternyata ada di dunia nyata. Benarkah? Sepintas memang tak salah. Seperti pada foto di bawah ini. Tanpa efek Photoshop, ini hanyalah hasil penggabungan angle dan momen yang tepat untuk memotret seekor… pegasus.

KUDA TERBANG: Seekor antelope dan burung Indian Sarus Crane pada sudut yang tepat untuk menjadikan foto seekor pegasus
Read more…
Akhir Oktober dan awal November 2010, bangsa Indonesia mendapat ujian beruntun, mulai banjir bandang di Wasior, gempa dan tsunami di Mentawai, meletusnya gunung Merapi, serta deretan musibah lainnya yang bisa menjadi renungan kita bersama. Berikut sejumlah foto-foto dari letusan Gunung Merapi, 3 hingga 5 November 2010. (Beberapa foto mengandung unsur #disgustingpic, mohon maaf bagi yang kurang berkenan)
Gunung Sinabung kembali meletus untuk kedua kalinya Senin (30/8) pagi. Rekaman menunjukkan detik-detik menjelang gunung meletus. Material hitam dan tebal menyembur dari perut gunung. Alhasil awan hitam menyelimuti puncak Gunung Sinabung. Letusan tersebut lebih besar dari sebelumnya. Letusan mengeluarkan abu vulkanik setinggi lebih dua ribu meter.
Bagaimana bila langit, atmosfir, dan bumi jadi satu dalam satu frame foto yang diambil malam jelang pagi hari saat matahari terbit? Jadinya adalah seperti foto di bawah ini, yang diambil oleh seorang astronot di International Space Station (ISS) ketika matahari bersinar di kegelapan malam. Awan bisa anda lihat pada bagian foto berwarna biru gelap di atas, sedangkan di bawahnya (horizon) terlihat warna kuning dan oranye yang menunjukkan sinar matahari, sedangkan partikel dan polusi terlihat pada warna putih.
Terinspirasi dari rekan dari London yang kini berdomisili di Jakarta yang aktif menulis seputar sepakbola Asia di Jakarta Casual dan foto-foto sepakbola Asia di blog Asian Football Pictures, berikut foto-foto pertandingan Liga Super Indonesia dan sepakbola Indonesia di level Asia. Masih project awal, semoga bisa bertahan dan menjadi lebih baik dari musim ke musim kompetisi.

Momen tendangan penalti selalu ditunggu-tunggu, tidak hanya oleh suporter dan pemain yang memanfaatkan tendangan 12 pas itu untuk mencetak gol, tetapi juga ditunggu juru foto alias fotografer di pinggir lapangan. Tidak terkecuali aku saat meliput pertandingan Arema Indonesia vs Persisam Samarinda. Kesempatan tendangan penalti kapten Arema Pierre Njanka tidak aku sia-siakan untuk melakukan jepretan slow motion, seperti yang sering aku lihat di foto-foto kantor berita luar seperti AP, AFP, atau Getty.
Memotret berbagai aktivitas di Pasar Wisata & Belanja Tugu Malang (Pasar Pagi) yang selalu dipadati ribuan pengunjung setiap Minggu pagi di kawasan Jalan Semeru dan Stadion Gajayana Malang.

Mencari nafkah di minggu pagi
Read more…
Mulai tepat pukul 24.00 WIB, Jumat (16/4/2010) sampai sepuluh hari ke depan, Senin (26/4/2010), masyarakat dunia bisa melihat keindahan bintang jatuh. Hal ini terjadi karena pergerakan bumi akan melintasi ekor debu. Bagian yang menghadap ekor debu itu akan terlihat seperti hujan meteor. Tapi, bagaimana bila jutaan meteor melintas langit bumi seperti di bawah ini? Apakah bukan menjadi pertanda akhir dunia? Semoga tidak!

Sumber: Yahoo!
Video: Meteor Madness: Space fireball lights up night sky in Wisconsin
Sumber: Youtube
Derby Jatim Arema Indonesia vs Persik Kediri berakhir 3-0 untuk kemenangan Singo Edan, terima kasih untuk gol-gol dari Noh Alam Shah, Roman Chmelo, dan Pierre Njanka. Alhamdulilah cuaca tidak hujan meski cukup mendung, hasil-hasil foto pun lumayan lebih fokus, termasuk foto-foto pemain Persik seperti Pato -pemain ini belum lupa aku, termasuk dengan sapaan ala Latino- juga Yongki, striker timnas U-23 milik Persik. Hmm… Derby Jatim ini ceritanya adalah motret sekaligus reuni dengan pemain & ofisial Persik… :-)

Lama tidak “turun gunung” ke lapangan hijau membuat saya harus sedikit beradaptasi saat motret latihan Ridhuan Muhamad dkk. Pastinya, motret latihan beda dengan motret pertandingan. Kalo pertandingan ada alur pastinya, mulai starting line up, 2×45 menit, sampai press conference, tapi kalo pas latihan alurnya ga tentu, tergantung coach Robert: jogging, ball control, passing, small game, finishing, atau game lapangan penuh. Tapi dari dua musim terakhir ini, pola latihan Robert paling variatif, setidaknya dibandingkan Banur dan Gusnul setelah era Janu.

Komentar Anda