Beranda > Opini > Membungkus dan Menjual Telo

Membungkus dan Menjual Telo

Ketela Ungu Ubi Jalar TeloApa bedanya telo (singkong ungu atau umbi jalar) yang dijual di pasar tradisional dengan telo yang dijual di supermarket? Sama… keduanya sama-sama jenis singkong dan (mungkin) dipanen dari ladang yang sama. Tapi ketika memasuki tempat penjualan yang berbeda, maka nilai jual kedua benda yang hakikatnya “sama” tersebut bisa jauh berbeda. Singkong di pasar bisa kita dapatkan dengan harga 500 rupiah, sementara singkong di supermarket bisa seharga 5000 rupiah. Sebuah harga yang juga relatif mirip, hanya beda jumlah nol saja. :)

Itulah problem terbesar masyarakat kita, bagaimana mengemas dan menjual. Aku sendiri tidak pernah mendapat ilmu ekonomi atau marketing, meski sempat tercatat sebagai mahasiswa FE Manajemen Universitas Negeri Jember. Ilmu ekonomi atau seni jual menjual barang aku dapatkan dari otodidak, pengalaman, atau informasi dan seminar dari rekan Galih atau Rinto.

Begitu juga dengan caleg yang dimana-mana ramai pasang iklan dan promosi di 2009 ini. Semua wadah iklan mereka tumpangi untuk “menjual” diri mereka, seperti halnya telo. Lihatlah pohon-pohon di pinggir jalan raya sekitar rumah anda, adakah satu batang pohon besar yang sepi dari penunggu? Penunggu pohon di sini maksudnya adalah foto, stiker, bendera, atau poster caleg dan parpol.

Trend menjual diri para caleg semakin meninggat seolah terinspirasi oleh Barack Obama, presiden kulit hitam pertama Amerika Serikat yang baru saja dilantik. Diakui atau tidak, selain memenangkan kursi presiden dari John McCain, Obama juga memenangkan “pasar”. Dalam hal ini Obama menerapkan teknik marketing menjual telo di supermarket. Dengan jenis dan kualitas yang (mungkin) relatif sama, cara penyajian (membungkus) dan menjual memegang faktor kunci dalam meraih pasar.

Parpol, caleg, dan saya pribadi pun masih harus banyak belajar dari telo (juga barang komoditi lain) yang sesungguhnya memiliki nilai jual lebih tinggi dari apa yang kita bayangkan…

  1. 8 Februari 2009 pukul 05:23 | #1

    enak tuh telo yah??
    makanan ringan tapi bisa di sulap menjadi jajanan yang lezat.
    jadi kepengen bikin nih yang telo di goreng…
    eemmm,,,,lezat

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.