Beranda > Artikel Lepas, Internet & Desain > Gratisan, Tidak Aman

Gratisan, Tidak Aman

Tidak sedikit pengguna jasa email gratis (Ymail, Gmail), domain atau hosting gratis, blog (WordPress, Blogspot), dan situs jejaring sosial (Facebook, Friendster, MySpace, dll). Tapi pernahkah kita berpikir apakah layanan gratis tersebut benar-benar aman bagi kita? Menurut Cahyo Darujati, Solution Architech Ronar.Net, selalu menyampaikan masalah ketidakmauan pengguna membaca End User License Agreement atau Term of Use sebuah produk baik software gratis, berbayar maupun layanan gratis di internet seperti tersebut di atas sebelum menggunakan produk atau layanan tersebut.

Ternyata tanpa kita sadari terdapat sejumlah “bahaya” yang bisa mengancam kita dari sejumlah layanan gratis di internet.

Beberapa waktu yang lalu saya iseng-iseng baca term of use-nya Facebook, dan saya cukup kaget dengan apa isi bagian yang saya baca. Bila anda punya account Facebook dan pernah upload gambar, maka anda telah setuju dan menandatangani kontrak (secara digital tentunya), untuk setuju dengan apa yang dituliskan di dalam perjanjian dengan facebook. Siapa dari anda yg pernah baca bagian yang panjang dan kadang menyesatkan ini??. Langsung aja, tepatnya di bagian: User Content Posted on the Site di paragraf yang kedua, isinya sebagai berikut:

“When you post User Content to the Site, you authorize and direct us to make such copies thereof as we deem necessary in order to facilitate the posting and storage of the User Content on the Site. By posting User Content to any part of the Site, you automatically grant, and you represent and warrant that you have the right to grant, to the Company an irrevocable, perpetual, non-exclusive, transferable, fully paid, worldwide license (with the right to sublicense) to use, copy, publicly perform, publicly display, reformat, translate, excerpt (in whole or in part) and distribute such User Content for any purpose, commercial, advertising, or otherwise, on or in connection with the Site or the promotion thereof, to prepare derivative works of, or incorporate into other works, such User Content, and to grant and authorize sublicenses of the foregoing. You may remove your User Content from the Site at any time. If you choose to remove your User Content, the license granted above will automatically expire, however you acknowledge that the Company may retain archived copies of your User Content. Facebook does not assert any ownership over your User Content; rather, as between us and you, subject to the rights granted to us in these Terms, you retain full ownership of all of your User Content and any intellectual property rights or other proprietary rights associated with your User Content.”

Kurang lebih artinya:

“Saat anda posting sesuatu baik gambar atau apapun ke facebook, maka anda mengizinkan facebook untuk mengcopy untuk tujuan apapun. Dengan memposting sesuatu ke facebook maka secara otomatis anda telah memberikannya kepada facebook dimana, tidak dapat ditarik kembali, terus menerus, non eksklusif, dapat dipindah tangankan, dianggap lunas, utk dipergunakan dimanapun diseluruh dunia, untuk dicopy, ditampilkan pada publik, reformat, dikutip (seluruhnya atau sebagian) dan didistribusikan untuk tujuan apapun, secara komersial, iklan, dsb. Jika anda memutuskan untuk menghapusnya, facebook dapat menyimpan copynya dan mempergunakannya untuk tujuan apapun.”

Apakah anda siap memberikan foto-foto atau apapun yang anda posting untuk digunakan demi tujuan apa saja oleh Facebook?. Sudahkah anda membaca “perjanjian” yang disediakan oleh layanan gratis lainnya yang anda gunakan seperti email di Yahoo dan Gmail?

Yang gratisan memang tidak aman ya?… :(

(sumber: suarasurabaya.net)

  1. 12 Januari 2009 pukul 02:50 | #1

    waduh kalau begini ini namanya tidak adil. masa kerja keras kita dijual kembali

  2. 14 Januari 2009 pukul 18:24 | #2

    Wah kok seperti itu yaw..

    Tapi bagi saya yang bukan orang penting ini, sok ajah atuh..

    Ga papa saya ikhlaskan mereka menyimpan foto-foto narsis saya yang tentu saja tidak ganteng blas he he he..

  3. 15 Januari 2009 pukul 08:24 | #3

    gratisan emang tidak mulu enak……so enaknya yang berbayar

  4. 20 Januari 2009 pukul 06:04 | #4

    wahh…ternyata begituu yaaaaaaaahh..,,
    hemmmmmmmmmm…thx yaaaaa broo..infonya..

  5. oogitu
    23 Januari 2009 pukul 04:43 | #5

    Kalo friendster gimana? apa friendster juga berhak mengcopy lalu merekayasa foto-foto penggunanya untuk tujuan macam-macam?

  6. 24 Januari 2009 pukul 13:07 | #6

    @ forlan :
    seprtinya sama2 kerja keras, matt dkk yg bikin fb, kita yg bikin foto2.. tp ky’nya msh “keras”an kerja matt dkk ;)

    @ bocahbancar :
    sepertinya saya sependapat dengan anda, mengkikhlaskan foto2 narsis saya untuk facebook atau fs

    @ peluang kerja mandiri :
    … apalagi untuk modal kerja ;)

    @ apriel :
    ok, thanx balik dah

    @ oogitu :
    sy pribadi blm pernah baca “terms of use”nya fs, tp sepertinya sedikit-banyak sama dgn “tos”nya fb

  7. klanridho
    11 Februari 2009 pukul 04:45 | #7

    Wah gawattttttt… kudu ngerapiin album neh. foto2 seronok harus segera dibumi hanguskan. thanks atas infonya Bro….

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.