Tahun Baru Hijriyah

Hari ini, Kamis 10 Januari 2008 adalah tahun baru Islam 1 Muharam 1429 Hijriyah. Seperti halnya tahun baru Masehi 1 Januari yang lalu, hari ini pun adalah tanggal merah alias hari libur. Malah liburnya ditambah dengan embel-embel “cuti bersama” hari Jumat besoknya. Total ada 4 hari libur, Kamis s/d Minggu.

Yang jadi sedikit pernyataan, kenapa ga ada perbedaan penetapan tanggal 1 Muharam ya? Belum hilang di ingatan beberapa bulan kemarin ada perbedaan penentuan awal puasa, Hari Raya Idul Fitri, bahkan Hari Raya Idul Adha. Secara logika, apabila puasanya duluan, maka lebarannya duluan, potong kurbannya duluan, tahun barunya pun duluan juga dunk…

Saya memang bukan ahli hisab dan rukyat, bahkan masalah agama pun masih tergolong “hijau”. Tapi setidaknya sedikit pertanyaan tentang 1 Muharam tersebut setidaknya menggambarkan kepedulian saya terhadapa agama saya.

Apakah karena tahun baru 1 Hijriyah ini gaungnya kurang segemerlap awal puasa atau Idul Fitri? Kalau itu alasannya, kenapa tidak kita buat tahun baru Islam ini menjadi meriah?

Kalau dari sisi ekonomis, apabila terompet laku keras di hari pergantian tahun Masehi, lalu apa yang kira-kira laku dijual untuk tahun baru Hijriyah ini?

About these ads

3 gagasan untuk “Tahun Baru Hijriyah

  1. Betul. Kalau hari raya idul fitri maju, tentunya hari-hari berikutnya harusnya juga maju, termasuk kurban dan 1 muharam. Kalendernya harusnya maju 1 hari semua. Gimana nih MUHAMADIYAH!!!

  2. klo menurut gw neh..seperti yg kita ketahui penanggalan ummat muslim mengunakan perputaran bulan (kalender bulan) atau lebih dikenal dengan tahun hijriah. berbeda dengan penaggalan bagi ummat umum,ummat umum menggunakan penanggalan sesuai perputaran Matahari (kalender matahari)atau lebih dikenal dengan tahun masehi.

    apa yang berbeda dari kedua penanggalan tersebut?? jelas berbeda, dari nama aja udah beda bangetkan?? hehhheheheheheh berikut perbedaan penanggalan matahari dan bulan :

    kalender matahari. Kalender ini menggunakan matahari sebagai patokan. Satu tahun terdiri dari 365 hari 5 jam 48 menit 46 detik (365,2422 hari) atau lamanya waktu yang diperlukan bumi untuk mengelilingi matahari. Inilah yang disebut dengan kalender masehi.

    kalender bulan. Kalender bulan memanfaatkan perubahan fase bulan sebagai dasar perhitungan waktu. Dalam perjalanannya mengelilingi bumi, fase bulan akan berubah dari bulan mati ke bulan sabit, bulan separuh, bulan lebih separuh, purnama, bulan separuh, bulan sabit, dan kembali ke bulan mati. Satu periode dari bulan mati ke bulan mati, lamanya 29 hari 12 jam 44 menit 3 detik (29,5306 hari). Periode ini disebut dengan satu bulan. Panjang tahun dalam kalender bulan adalah 12 bulan (12 x 29.5306 hari), yakni 354 hari 8 jam 48 menit 34 detik (354,3672 hari)

    nah dengan melihat perbedaan di atas,maka bisa di simpulkan bahwa idul fitri yang berbeda antara muhammadiyah dengan pemerintah serta Idul Adha dan tahun baru hijriah yg bersamaan antara muhammadiyah dengan pemerintah itu adalah hal yang masuk di akal.

    kemarin saya melakukan interview ke orang2 muhammadiyah, yang saya pertanyakan ke mereka adalah “kenapa ga ada perbedaan penetapan tanggal 1 Muharam ya? Belum hilang di ingatan beberapa bulan kemarin ada perbedaan penentuan awal puasa, Hari Raya Idul Fitri, bahkan Hari Raya Idul Adha. Secara logika, apabila puasanya duluan, maka lebarannya duluan, potong kurbannya duluan, tahun barunya pun duluan juga dunkā€¦Apakah karena tahun baru 1 Hijriyah ini gaungnya kurang segemerlap awal puasa atau Idul Fitri?” (di jiplak dari postingan zoel)

    jawaban mereka hanya singkat “untuk idul adha dan tahun baru hijriah, jika mengalami kemajuan atau kemunduran hari itu tidak menjadi dosa besar, tapi.. bulan suci ramadhan dan idul fitri sangat berbeda, mengapa demikian?? karna jika ummat muslim melakukan puasa setelah bulan ramadhan berakhir (1 syawal/idul fitri) maka hukumnya adalah HARAM!!”

    wah.. pelik juga yah pokok permasalahannya??

    tapi menurut saya sih.. muhammadiyah cenderung ke benar,kenapa? karena pada lebaran 2 tahun yg lalu, pada saat pemerintah melakukan idul fitri, bulan yg muncul terbukti jalan 2 hari!! nah, klo udah begitu dosa sejuta ummat yg masih puasa pada tanggal 1 syawal itu siapa yg tanggung??? pemerintah yah?? klo benner pemerintah yg tanggung.. pantas aja Indonesia nggak bisa maju2.. kebanyakan dosa sih :P kidding

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s